AdvertorialDPRD Samarinda

Respon Aan Terhadap Masalah Air Keruh Di Kota Samarinda

×

Respon Aan Terhadap Masalah Air Keruh Di Kota Samarinda

Sebarkan artikel ini
Aan Ardiansyah, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda. (Foto : SV)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Daerah yang menjadi Ibu Kota Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan daerah yang memiliki sumber daya air yang melimpah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Aan Ardiansyah mengungkapkan bahwa air yang ada di Mota Samarinda harus lebih diperhatikan lengelolaannya.

Belakangan ini masyarakat terus mengeluhkan kondisi keruhnya air meskipun bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ia menegaskan pihak PDAM harus berani untuk lebih terbuka kepada masyarakat mengenai permasalahan yang ada dalam pengelolaan airnya agar dapat ditangani secara bersama.

“Masalah sumber daya air itu kita luar biasa, hanya masalah pengelolaan. Saya jadi heran juga Samarinda dengan air Sungai Mahakamnya, Sungai Karang mumusnya kok air masih begini, di wilayah lain yang airnya sedikit bisa saja mengelola” ungkapnya kepada awak media di depan Ruang Rapat Lt.1 Gedung DPRD Kota Samarinda.

Anggota komisi III itu menganggap bahwa bukan hanya PDAM yang harus menyelesaikan permasalahan air di Samarinda, konttibusi pihak lain juga penting agar solusi permasalahan ini bisa segera diatasi. Penanganan air yang lebih baik harus cepat disusun agar menghasilkan air yang lebih bersih untuk kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.

Menurutnya, menyalahkan pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang selalu berulang-ulang ini hanya membuang-buang waktu karena solusi yang dihadirkan tidak kongkrit. Ia mengungkapkan akan lebih baik jika satu permasalahan langsung di sampaikan oleh pihak PDAM untuk kemudian di carikan solusinya bersama.

“Jangan cari titik permasalahannya, ayo kita selesaikan sama-samanya” tutupnya.

Bagi Aan, nilai gotong royong yang diwariskan oleh pendahulu kita dapat memberikan dampak signifikan dalam menyelesaikan permasalahan yang umum terjadi di masyarakat Kota Samarinda. (SV/Adv/DPRDKotaSamarinda)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

33 − = 30