AdvertorialDPRD KALTIM

Jalan Pesisir Diusulkan, Reza Fachlevi Ingatkan Persoalan Dasar Tak Dilupakan

×

Jalan Pesisir Diusulkan, Reza Fachlevi Ingatkan Persoalan Dasar Tak Dilupakan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmad Reza Fachlevi. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Bayangkan sebuah jalan yang membentang di tepian Sungai Mahakam, menyuguhkan panorama air yang tenang, jembatan yang megah, dan aktivitas warga di sepanjang tepian kota. Inilah mimpi infrastruktur baru yang tengah digagas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Pembangunan jalan pesisir yang akan menghubungkan Jembatan 1 Samarinda hingga ke Jalan Kapten Soedjono, tepat di kawasan Jembatan Achmad Amins.

Gagasan ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi.

Bagi Reza, proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan. Ia melihatnya sebagai simbol keberanian, inovasi, dan cita rasa estetika dalam membangun wajah baru Samarinda.

“Jalan pesisir dan jalan layang ini adalah semangat baru. Jika dirancang matang, bisa menjadi ikon konektivitas Kaltim,” ujarnya.

Reza menilai, selain mengurai kemacetan di titik-titik padat seperti Jalan Otto Iskandardinata dan Selili, jalan pesisir juga berpotensi memperkuat daya tarik wisata kota. Kombinasi antara fungsi dan keindahan, menurutnya, adalah nilai tambah yang penting dalam pembangunan modern.

Namun, di balik semangat besar itu, Reza tak menutup mata terhadap realitas yang lebih mendasar: masih banyak jalan provinsi di wilayah pedalaman, pesisir, hingga perbatasan yang rusak dan terabaikan.

“Jalan-jalan inilah yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat. Mereka penghubung utama menuju layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan,” jelasnya, mengingatkan bahwa pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan warga tak boleh tertinggal.

Sebagai anggota legislatif, Reza mendorong agar pemerintah melakukan pemetaan yang adil terhadap prioritas pembangunan. Ia khawatir proyek monumental seperti jalan pesisir bisa membelokkan perhatian dari kebutuhan dasar masyarakat yang sebenarnya lebih mendesak.

“Jangan sampai ambisi menghadirkan sesuatu yang besar, malah mengorbankan kebutuhan-kebutuhan rakyat yang lebih urgent,” katanya.

Meski demikian, ia tidak anti pada proyek besar. Justru, ia menegaskan bahwa semua pembangunan bisa berjalan beriringan jika direncanakan dengan bijak. Ia pun berjanji, Komisi III DPRD Kaltim akan terus mengawal prosesnya agar berpihak pada masyarakat.

“Pada akhirnya, tujuan pembangunan itu sederhana: mempermudah hidup masyarakat dan menciptakan keadilan. Kami akan pastikan visi besar itu tidak melupakan hal-hal kecil yang menyentuh langsung kehidupan rakyat,” tutup Reza. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =