AdvertorialDPRD KALTIM

Angin Segar dari Langit Berau: Sriwijaya Air Turunkan Harga, Buka Akses Wisata

×

Angin Segar dari Langit Berau: Sriwijaya Air Turunkan Harga, Buka Akses Wisata

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di balik langit biru Kalimantan Timur, harapan baru mengudara. Suasana di Bandara Kalimarau, Berau, mendadak lebih ramai dari biasanya pada Selasa pagi, sejak 15 April lalu.

Bukan tanpa alasan, penerbangan perdana Sriwijaya Air resmi membuka rute Berau–Balikpapan–Makassar, memecah dominasi tunggal yang selama ini dipegang oleh Wings Air.

Bagi masyarakat Berau, ini lebih dari sekadar hadirnya maskapai baru. Ini tentang pilihan, tentang harapan akan perjalanan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau. Tak heran jika Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, menyambut langkah ini dengan semangat tinggi.

“Selama ini kami seperti tidak punya pilihan. Hanya Wings Air, dengan harga yang bisa mencapai Rp1,9 juta sekali jalan,” ujarnya.

“Begitu Sriwijaya masuk, harga langsung turun drastis. Bahkan Wings menurunkan tarifnya menjadi Rp800 ribu. Ini luar biasa,” imbuhnya.

Tentu bukan hanya soal tarif. Bagi Syarifatul, persaingan sehat di sektor penerbangan bukan sekadar bisnis, tapi perihal aksesibilitas, terutama bagi masyarakat Berau yang selama ini bergantung pada moda transportasi darat yang memakan waktu dan tenaga.

“Sekarang, kalau ada keperluan mendesak, mereka tak harus menyusuri jalan panjang. Pesawat jadi pilihan rasional dan efisien,” tambahnya.

Namun, di balik kabar baik ini, masih ada pekerjaan rumah yang menanti. Khususnya untuk jalur udara menuju salah satu destinasi wisata unggulan Berau, Pulau Maratua.

Saat ini, hanya pesawat kecil berkapasitas enam hingga delapan penumpang yang bisa mendarat di Bandara Maratua, angka yang jauh dari cukup jika berbicara tentang geliat pariwisata.

“Kami ingin maskapai dengan kapasitas lebih besar bisa masuk. Bayangkan jika satu keluarga besar ingin liburan ke Maratua, pasti sulit. Apalagi saat musim gelombang, pesawat bisa jadi penyelamat,” jelas Syarifatul, matanya berbinar membayangkan potensi wisata yang bisa dikembangkan.

Tak ingin berhenti di angan-angan, Komisi IV DPRD Kaltim bersama Dinas Perhubungan berencana melakukan kunjungan kerja ke Maratua. Tujuannya jelas untuk melihat langsung apa yang dibutuhkan agar layanan transportasi udara di kawasan itu bisa berkembang.

Syarifatul percaya, membangun konektivitas udara bukan hanya membantu warga, tapi juga membuka pintu lebar-lebar bagi wisatawan yang ingin mencicipi pesona alam Berau.

“Dengan akses yang mudah dan harga yang bersahabat, pariwisata akan tumbuh. Dan itu akan berdampak pada ekonomi masyarakat lokal,” pungkasnya, penuh optimisme. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

23 − = 21