AdvertorialDPRD KALTIM

Tinjau Peternakan Rakyat di Samboja, DPRD Kaltim Komitmen Akan Tata Ulang Arah Kebijakan

×

Tinjau Peternakan Rakyat di Samboja, DPRD Kaltim Komitmen Akan Tata Ulang Arah Kebijakan

Sebarkan artikel ini
Rombongan Pansus LKPJ Gubernur saat meninjau kandang peternakan sapi milik warga Samboja. (Foto: Humas Sekretariat DPRD Kaltim)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Kutai Kartanegara – Wilayah Samboja dikelilingi hijaunya kebun dan langit yang lengang, suara gemuruh langkah sapi terdengar dari balik kandang. Bukan suara biasa, sebab hari itu, Kamis (17/4/2025), kandang penggemukan milik Kelompok Ternak Tirto Sari menjadi tempat berlabuhnya rombongan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Kalimantan Timur.

Dipimpin oleh Ketua Pansus, Agus Suwandy, para legislator datang bukan sekadar meninjau. Mereka datang membawa agenda besar, menakar efektivitas Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) sekaligus menggulirkan wacana strategis pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai garda baru ketahanan pangan di Benua Etam.

“Konsep seperti ini penting, potensial. Tapi kita butuh sistem yang terstruktur. Koperasi bisa jadi jawabannya,” ujar Agus saat berdialog dengan peternak dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fahmi Himawan, yang menyambut langsung rombongan.

Di balik optimisme itu, Agus juga menyinggung tantangan klasik yang membayangi program peternakan rakyat: keterbatasan pakan dan lokasi beternak yang belum ideal.

“Beternak sapi di kampung padat seperti ini, agak janggal. Kita butuh kawasan khusus,” katanya tegas.

Ia pun menggulirkan ide konkret: pembangunan kawasan peternakan kolektif seluas 10 hingga 20 hektare, dengan skema pembiayaan yang diperkirakan mencapai Rp50 hingga Rp100 juta per hektare.

Kawasan ini nantinya bisa dibagi dan dikelola oleh kelompok-kelompok peternak sekitar, dengan sistem yang lebih tertata dan terintegrasi.

Sembari meninjau unit pengolahan kompos yang berada tak jauh dari kandang, suasana kunjungan terasa cair. Para anggota pansus berdialog langsung dengan peternak, mendengar cerita mereka, dan menyerap kebutuhan yang tak tertulis dalam laporan formal.

Bagi Agus dan kawan-kawan, kunjungan ini bukan akhir, tapi titik tolak untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat.

“Undang-undangnya sudah disahkan. Tinggal bagaimana tahun ini kita bisa mulai implementasi,” katanya.

Sementara sapi-sapi di kandang terus mengunyah pakan, harapan baru pun mulai dirumuskan di atas tanah Samboja, tempat di mana politik bertemu praktik, dan visi ketahanan pangan tak lagi hanya wacana. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 1 =