UpdateNusantara.id, Kutai Kartanegara – Di tengah hiruk-pikuk Samboja yang kian berkembang, sebuah proyek besar tengah berjalan, pembangunan Jembatan Kuala Samboja, yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 36 miliar.
Sebuah jembatan yang bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menggantungkan harapan bagi peningkatan kesejahteraan warga setempat.
Kamis (17/4/2025), Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Timur melakukan tinjauan langsung ke lokasi proyek yang tengah menjadi sorotan.
Dipimpin oleh Ketua Pansus, Agus Suwandy, rombongan tersebut melakukan peninjauan dengan tujuan memastikan proyek senilai puluhan miliar ini berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
“Kami turun ke lapangan untuk melihat progres dan memastikan bahwa anggaran yang digunakan tepat sasaran,” tegas Agus di sela-sela kunjungannya.
Jembatan yang sedang dibangun ini merupakan jembatan rangka baja tipe kelas C dengan lebar jalan 4,5 meter. Posisi strategisnya sebagai penghubung antara Balikpapan dan Handil II di Samboja menjadikannya sangat vital bagi mobilitas warga serta distribusi logistik yang semakin meningkat.
Tanpa adanya koneksi yang baik, wilayah pesisir Kutai Kartanegara dan Balikpapan terancam terputus, menghambat potensi ekonomi yang ada.
“Pembangunan Jembatan Kuala Samboja menggunakan sistem tender pascakualifikasi dengan metode harga terendah, yang kami harap bisa menghasilkan kualitas yang sesuai harapan,” ujar Agus.
Dalam tinjauan ini, anggota Pansus lainnya, seperti Abdul Giaz, Damayanti, dan Fadly Imawan, turut memantau pekerjaan fisik yang sedang berlangsung di lapangan.
Agus juga menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk memastikan bahwa proyek ini sesuai dengan spesifikasi, serta mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran daerah digunakan secara optimal,” tambahnya.
Dengan pesatnya perkembangan wilayah Samboja dan tingginya arus lalu lintas, Jembatan Kuala Samboja bukan hanya menjadi solusi konektivitas, tetapi juga simbol pentingnya infrastruktur dalam menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Di balik proyek ini, harapan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat terus mengalir. (HM/Adv/DPRDKaltim)















