AdvertorialDPRD KALTIM

Menembus Keterisolasian Berau, Apansyah Desak Percepatan Infrastruktur untuk Dukung Pariwisata

×

Menembus Keterisolasian Berau, Apansyah Desak Percepatan Infrastruktur untuk Dukung Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Apansyah. (Foto : Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di balik keindahan laut biru dan pulau-pulau eksotis Kabupaten Berau, tersimpan satu realitas yang masih menghambat kemajuan yanni jalan rusak dan jembatan yang tak kunjung selesai.

Bagi Apansyah, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Daerah Pemilihan VI, kondisi ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal masa depan pariwisata dan ekonomi lokal.

“Ya kita tentu fokus pada pembangunan infrastruktur jalan,” ungkap Apansyah saat ditemui. “Masyarakat, baik lokal maupun domestik, masih kesulitan karena kondisi jalan yang belum memadai. Ini jelas menghambat pengembangan pariwisata di Berau.”

Tak hanya jalan, jembatan Sei Nibung menjadi sorotan utama. Menurutnya, jembatan tersebut adalah simpul penting konektivitas antarwilayah, terutama antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Namun, hingga kini, proyek itu belum juga rampung.

“Kita sudah tertinggal dalam pembangunan jembatan Sei Nibung,” ucapnya tegas. “Padahal itu adalah akses penting. Kalau pembangunan ini dilanjutkan dan diselesaikan, tentu akan sangat mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung.”

Bagi Apansyah, pembangunan infrastruktur bukan semata urusan teknis, tapi juga bentuk keadilan bagi masyarakat yang selama ini tertinggal dalam pembangunan. Ia menilai sinergi antardaerah sangat diperlukan, dan mendorong agar pemerintah provinsi serta kabupaten mengambil peran aktif dan konkret.

“Kami di DPRD Kaltim siap mengawal dan mendorong percepatan pembangunan ini. Semoga ke depan akses jalan dan jembatan di Berau bisa lebih baik, agar potensi besar yang dimiliki daerah ini benar-benar bisa dimaksimalkan,” tutupnya penuh harap.

Berau, dengan segala potensi wisata baharinya, bisa jadi primadona Kalimantan Timur. Tapi tanpa akses yang layak, pesona itu akan terus tersembunyi. Infrastruktur, dalam hal ini, bukan hanya penghubung antarlokasi, tapi juga jembatan menuju kemajuan. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 1 =