AdvertorialDPRD KALTIM

Komitmen Yonavia Membangun Ekonomi Perempuan Melalui UMKM di Kutai Barat dan Mahulu

×

Komitmen Yonavia Membangun Ekonomi Perempuan Melalui UMKM di Kutai Barat dan Mahulu

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Yonavia. (Foto : Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Kesibukan rumah tangga dan peran sebagai ibu rumah tangga tak menjadi halangan, banyak perempuan di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang membuktikan bahwa mereka juga bisa berbisnis dan menciptakan pendapatan sendiri.

Yonavia, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), melihat potensi besar dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan oleh perempuan di dua kabupaten tersebut.

Namun, ia juga sadar bahwa mereka memerlukan lebih dari sekadar semangat untuk bertahan, tetapi dukungan konkret dari pemerintah.

“Sebagian besar perempuan ingin tetap bekerja dari rumah. Mereka butuh dukungan agar dapat menghasilkan pendapatan yang layak, meskipun mereka berada di rumah,” ujar Yonavia dengan penuh perhatian.

Baginya, perempuan yang menjalankan bisnis mandiri di rumah bukan hanya sedang mencari penghasilan tambahan, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian keluarga dan daerah.

Meski sektor UMKM di Kubar dan Mahulu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, Yonavia menilai bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih sangat dibutuhkan.

Ia berharap Pemprov dapat lebih maksimal dalam memberikan fasilitas, pelatihan, dan akses permodalan yang lebih baik bagi pelaku UMKM, terutama perempuan.

“Pemprov Kaltim perlu hadir lebih maksimal dalam memberikan dukungan untuk UMKM, khususnya untuk perempuan. Ini akan sangat membantu memperkuat ekonomi keluarga dan juga kontribusi mereka dalam perekonomian daerah,” tegasnya.

Yonavia juga menyadari pentingnya peran perempuan dalam membangun ekonomi lokal. Bagi dia, pendampingan yang intensif dapat menjadi kunci agar usaha yang dimulai di rumah itu tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Perempuan di Kubar dan Mahulu punya potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Yang dibutuhkan adalah kepercayaan dan dukungan penuh agar mereka bisa terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Bagi Yonavia, memperkuat UMKM perempuan bukan sekadar soal ekonomi semata, tetapi tentang pemberdayaan—memberikan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi lebih dalam perekonomian, sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 28 = 37