AdvertorialDPRD KALTIM

Dianugerahi Gelar “Bamba Manurung”, Hamas Dipeluk Hangat Budaya Mandar

×

Dianugerahi Gelar “Bamba Manurung”, Hamas Dipeluk Hangat Budaya Mandar

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud Dapat Gelar Kehormatan dari Kerukunan Keluarga Mandar. (Foto: Humas Sekretariat DPRD Kaltim)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Ruang Olah Bebaya di Kantor Gubernur Kalimantan Timur tak sekadar menjadi lokasi seremoni. Ia menjelma ruang pertemuan sakral antara sejarah, budaya, dan rasa hormat.

Di bawah sorot lampu yang hangat dan denting alunan musik adat, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menerima anugerah tak biasa: gelar adat “Bamba Manurung” dari Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB).

Gelar itu bukan sekadar simbol. Ia adalah bentuk penghormatan tertinggi, yang lahir dari kearifan budaya Mandar—sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan, persaudaraan, dan pengabdian.

Disematkan langsung oleh Arajang Balanipa Bau Arifin, tokoh tertinggi dalam adat Mandar, gelar “Bamba Manurung” mengakar dari kisah-kisah leluhur dan disematkan hanya kepada mereka yang dianggap membawa nilai-nilai kepemimpinan sejati.

Acara yang berlangsung Minggu malam (4/5/2025) itu dihadiri tokoh-tokoh penting: Ketua KKMSB Prof. Masjaya, para tokoh adat dan perempuan, serta keluarga besar I Manyambungi Todilaling Arajang Balanipa dari seluruh penjuru Kalimantan Timur. Semua bersatu dalam satu perayaan yang merayakan kebudayaan dan menghormati pemimpin.

Hamas, sapaan akrab Hasanuddin, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ditemani istrinya, Syarifah Nur Fadiah, ia menyampaikan rasa terima kasihnya dengan suara yang tertahan, namun penuh keyakinan.

“Ini bukan hanya kehormatan bagi saya, tapi tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Ia kemudian mengutip pepatah Mandar yang menjadi tema malam itu: “Manus siparappe, Malilu sipaingarang, Ra’ba sipakedde.” Sebuah petuah sarat makna, tentang saling mengingatkan, menjaga, dan membesarkan satu sama lain dalam bingkai kebersamaan.

Namun malam itu tak hanya berhenti pada seremoni. Hamas juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembangunan asrama Mandar di Kalimantan Timur—sebuah rumah kedua bagi generasi muda Mandar yang menempuh pendidikan di tanah rantau.

“Agar mereka punya ruang untuk tumbuh, berkarya, dan tetap berakar,” katanya.

Lebih dari itu, Hamas menyinggung rencana kerja sama konkret antara Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat, khususnya di sektor pangan seperti beras, lewat sinergi perusahaan daerah.

“Ini bisa menjadi bentuk konkret sinergi antardaerah untuk saling memperkuat,” ujarnya, menutup sambutan dengan senyum hangat yang disambut tepuk tangan panjang.

Malam itu, politikus muda Kalimantan Timur bukan hanya menerima gelar. Ia menerima amanah budaya dan membuka lembaran baru bagi persaudaraan lintas pulau yang kian erat berkat tradisi dan rasa hormat. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

86 − = 83