AdvertorialDPRD KALTIM

Hasanuddin Mas’ud Tegaskan Pentingnya Pengawasan Proyek demi Kelestarian Kaltim

×

Hasanuddin Mas’ud Tegaskan Pentingnya Pengawasan Proyek demi Kelestarian Kaltim

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud menyuarakan kegelisahan yang tak bisa diabaikan, ancaman terhadap lingkungan.

Pria yang akrab disapa Hamas ini tak sekadar melempar retorika di ruang sidang. Dalam berbagai kesempatan, ia mengingatkan bahwa pembangunan tanpa pengawasan yang ketat bisa menjadi bumerang.

“Proyek-proyek ini berpotensi mengancam ekosistem dan masyarakat sekitar jika tidak diawasi secara intensif,” tegasnya saat ditemui di kantornya.

Nada suaranya tenang, tetapi sarat peringatan. Baginya, pengawasan bukan sekadar rutinitas birokratis. Ini adalah benteng terakhir yang melindungi alam Kalimantan Timur dari dampak jangka panjang pembangunan yang serampangan.

Hamas menyoroti kecenderungan sejumlah proyek infrastruktur yang dijalankan tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan. Baginya, ini adalah kesalahan yang kerap diulang, seolah dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) hanya formalitas belaka.

“AMDAL semestinya digunakan sebagai instrumen pengendalian, bukan sekadar persyaratan administratif,” ucapnya.

Ia percaya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bisa dilihat dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari seberapa besar komitmen menjaga kelestarian selama proses itu berlangsung.

Dalam pandangannya, pemerintah daerah, khususnya dinas teknis dan pengawas lapangan, harus menjadi garda depan dalam menjamin proyek berjalan sesuai prosedur. Namun, ia juga tak menampik pentingnya peran masyarakat.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek harus ikut mengawasi. Mereka yang paling terdampak jika terjadi pelanggaran,” katanya.

Hamas tidak sedang menolak pembangunan. Ia justru mendukungnya—asal berpijak pada prinsip keberlanjutan. Seruannya adalah pengingat bahwa kemajuan sejati bukan sekadar soal jalan yang lebar atau gedung yang menjulang, tetapi tentang warisan alam yang tetap lestari untuk generasi mendatang.

Di tengah ambisi membangun Ibu Kota Nusantara dan menggeliatnya proyek-proyek raksasa, suara Hamas terdengar seperti bisikan nurani: pembangunan tanpa pengawasan adalah langkah maju yang bisa jadi, justru mengarah pada kehancuran. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 1 =