UpdateNusantara.id, Samarinda – Data terbaru menunjukkan tren peningkatan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Benua Etam. Fenomena itu bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal bahaya yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).
Agusriansyah Ridwan, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, menyuarakan keprihatinannya. Menurutnya, upaya pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan regulasi daerah semata.
“Pencegahan narkoba bukan hanya soal aturan, tetapi bagaimana masyarakat bisa berperan nyata dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga komunitas lokal.
“Kita perlu membangun sistem pencegahan yang terintegrasi dan efektif, dengan pelaporan yang responsif dari tingkat RT/RW sampai kelurahan,” tambahnya.
Masyarakat pun merasa resah. Banyak laporan aktivitas mencurigakan yang menurut mereka belum mendapat respons cepat dari aparat.
“Kami berharap aparat terkait bisa lebih sigap dan proaktif merespons laporan warga,” keluh salah seorang warga Samarinda.
Ketika bahaya narkoba terus mengintai, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Regulasi yang ada harus diiringi dengan pelaksanaan nyata, dan peran aktif masyarakat menjadi benteng terdepan dalam melindungi generasi penerus.
Pencegahan narkoba di Kaltim bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Jika seluruh elemen mampu bersatu padu, harapan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba bukanlah mimpi semata. (HM/Adv/DPRDKaltim)















