AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Edi Damansyah Resmikan Gema 2025, Ajak Warga Kukar Membaca Al-Quran

×

Edi Damansyah Resmikan Gema 2025, Ajak Warga Kukar Membaca Al-Quran

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Gerakan Etam Mengaji (Gema), yang dibuka langsung oleh Bupati Edi Damansyah di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Tenggarong. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Gerakan Etam Mengaji (Gema) tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Edi Damansyah di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Senin (17/3/2025) sore. Acara ini menjadi salah satu agenda rutin di bulan Ramadan yang dihadiri ribuan peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, serta masyarakat umum.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pembacaan Al-Quran secara bersama-sama oleh Bupati Edi Damansyah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah Sunggono, Ketua MUI KH Abdul Hanan, serta Ketua FKUB Al Hafidz Hanururrasyid. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Dengan Gema Kita Raih Berkah Ramadhan untuk Kemaslahatan Kutai Kartanegara.”

Dalam sambutannya, Edi menekankan pentingnya menjadikan Gema sebagai momentum untuk membangun budaya membaca Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga apa yang kita laksanakan ini membawa kebaikan, menjadi amal ibadah, dan mendapat ridho serta berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

Edi juga menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar sebagai penyelenggara utama acara. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut setiap 17 Ramadan dan menjadi implementasi dari Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Gerakan Etam Mengaji.

“Saya mengajak semua masyarakat untuk menjadikan membaca Al-Quran sebagai bagian dari keseharian. Bila kita istiqomah membaca dan mempelajari Al-Quran, saya yakin kita bisa membentuk generasi Qur’ani yang unggul,” tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan Gema di sekolah, masjid, musala, hingga lingkungan organisasi perangkat daerah menjadi penting sebagai bagian dari pembinaan karakter religius masyarakat Kukar.

“Kita ingin membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat. Mari perkuat tradisi membaca dan mengamalkan Al-Quran untuk menjadikan Kukar sebagai daerah yang diberkahi,” tutup Edi Damansyah. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 7 =