UpdateNusantara.id, Samarinda – Rencana relokasi pedagang Pasar Pagi mengalami penundaan, meskipun sebelumnya dijadwalkan pada bulan November 2023. Proyek revitalisasi Pasar Pagi dengan anggaran awal Rp 300 miliar, yang mungkin akan meningkat, direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.
Marnabas Patiroy, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, menjelaskan bahwa desain keseluruhan telah disetujui oleh Wali Kota Samarinda.
“Sudah disetujui, hanya saja kemarin ada catatan tentang kecukupan udara di dalam Pasar Pagi yang diminta oleh pak wali, dan hari ini sudah selesai,” ujar Marnabas pada Jumat (10/11/2023).
Sementara masukan terus ditampung terkait tempat relokasi untuk seluruh pedagang. Jadwal yang semula direncanakan pada November 2023 kini harus ditunda hingga Desember sebagai waktu paling lambat.
“Tidak bisa, masih menunggu juga kan. Memang semula November, tapi kita targetkan paling lambat Desember 2023 ini sudah harus pindah,” ungkapnya.
Marnabas juga menjelaskan bahwa saat ini ia masih menunggu jadwal presentasi terbaru tentang kecukupan udara yang baru selesai.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sedang berada di luar kota untuk mengikuti agenda Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) hingga 15 November 2023.
Anggaran khusus untuk perencanaan Pasar Pagi ini saja telah disiapkan sekitar Rp 504 juta.
“Kecukupan udaranya dihitung dengan rumus dan pak wali menginginkan semuanya tepat. Pak wali tidak akan percaya pada kami jika perhitungannya tidak sesuai,” tegas Marnabas.
Daftar pedagang Pasar Pagi mencapai 2.852 orang, dan Marnabas memastikan bahwa semua pedagang akan mendapatkan lapak di lokasi relokasi nanti. Pedagang juga dijamin mendapatkan lapak dengan harga yang sama di luar air dan listrik di bangunan baru Pasar Pagi.
“Iya, makanya kami berat untuk menyediakan AC, karena biayanya pasti mahal. Karena kita mau susun ada eskalator dan lift, jadi bebannya sudah berat,” ungkapnya.
Salah satu pedagang Pasar Pagi, Gultom, mendukung kebijakan tersebut. Ia mengakui bahwa kondisi Pasar Pagi memerlukan perbaikan karena terlalu kumuh.
Namun, ia juga meminta kejelasan agar pemerintah memberikan tempat yang layak untuk berjualan sementara masa pembangunan.
“Kalau bisa ke depannya, Pasar Pagi ini menjadi pusat grosir yang lebih maju lagi, dan bisa mendatangkan pengunjung lebih banyak,” harapnya. (SY/Adv/DiskominfoSamarinda)















