AdvertorialPemkot Samarinda

Plh. Sekretaris Kota Samarinda, Membuka Acara Sosialisasi dan Dialog Lintas Agama: Memperkuat Kerukunan Umat Beragama

×

Plh. Sekretaris Kota Samarinda, Membuka Acara Sosialisasi dan Dialog Lintas Agama: Memperkuat Kerukunan Umat Beragama

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Harian Sekretaris (Plh) Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Pelaksana Harian Sekretaris (Plh) Kota Samarinda, Marnabas, mengukuhkan kegiatan Sosialisasi dan Dialog Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda.

Dilaksanakan di Jl. Imam Bonjol, Samarinda, pada Rabu (15/11/2023), kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Sosialisasi PBM dan Dialog Kerukunan” diawali dengan kata sambutan Marnabas.

Sebelum memaparkan isi Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM), Marnabas, Plh. Sekda Kota Samarinda, menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai usaha bersama antara umat beragama dan pemerintah dalam sektor pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama.

“Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri mengenai pendirian tempat ibadah, tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan pendirian rumah ibadah adalah bentuk dukungan Pemerintah Kota Samarinda. Semua harus sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ungkap Marnabas.

Selain itu, Marnabas juga mengajak masyarakat Kota Samarinda untuk lebih selektif dalam menyaring informasi, terutama dalam era digitalisasi saat ini, di mana gesekan sekecil apapun dapat dengan mudah berkembang melalui media sosial dan ujaran kebencian.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kerukunan antar umat beragama di Samarinda dapat meningkat, menjaga keutuhan keberagaman merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutup Marnabas dengan harapan positif untuk memajukan harmoni antar umat beragama di kota ini.

Pdt. Marson Apui, sebagai Ketua Panitia pelaksana, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan tokoh agama tentang urgensi menjaga kerukunan umat beragama, terutama menghadapi arus informasi agama yang masuk melalui media sosial.

“Dalam era globalisasi yang maju, nilai-nilai agama dapat dengan mudah tersebar di media sosial. Bahkan, tidak sedikit pemahaman agama yang tidak sesuai dengan ajaran agama yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, peran tokoh agama sangatlah vital untuk memelihara keharmonisan di Indonesia,” ungkap Marson Apui. (SY/Adv/DiskominfoSamarinda)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

84 − 82 =