UpdateNusantara.id, Samarinda – Sani Bin Husain Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda menanti janji dan komitmen Andi Harun Wali Kota Samarinda untuk memperbaiki kondisi sekolah di kota Tepian mulai dari infrastruktur, fasilitas yang kurang memadai hingga persolan banjir.
Selain itu sejauh ini terdapat sekolah dengan kondisi atap bocor serta dinding-dinding sekolah yang masih terbuat dari kayu menjadi masalah yang perlu ditangani dengan serius.
Sebagai informasi di Samarinda sendiri tercatat sekolah yang rawan dilanda banjir ada 28 SD dan 17 SMP. Sekolah rawan longsor, diketahui ada SMPN 9, SMPN 13, SMPN 24 dan SMPN 27.
Melihat hal itu Sani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut dan meminta Pemkot konsisten dengan apa yang sudah diucapkannya.
“Saya senang melihat komitmen yang disampaikan Wali Kota dalam memperbaiki kondisi sekolah tadi. Tetapi kita butuh tindakan nyata. Jika hanya sebatas pidato, saya pun bisa kalau pidato,” ungkap Sani, Kamis (23/11/2023).
Sani juga mendorong Pemkot Samarinda untuk memiliki formula khusus menanggulangi bencana banjir dan longsor yang saat ini masih kerap terjadi.
“Ya saya minta Pemkot melakukan pemetaan sekolah mana saja yang rawan banjir dan longsor, menyusun langkah pencegahan dan penanggulanan serta mitigasi yang tepat, dan dibutuhkan payung hukum,” tuturnya.
Sebagi penyambung lidah masyarakat yang membidangi pendidikan, ia juga tengah berupaya keras memperjuangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan mengatur tentang keberadaan sekolah yang rawan bencana. Menurutnya, seluruh kota Samarinda tergolong rawan bencana termasuk longsor dan banjir.
Anggota komisi IV itu juga menegaskan dengan alokasi anggaran sebesar 20 persen, seharusnya sekolah-sekolah di Samarinda sudah aman dan nyaman bagi para siswa. Sekolah-sekolah yang terendam banjir dan terancam longsor seharusnya sudah menjadi masalah yang tidak ada lagi.
“Itu sudah menjadi kewajiban mandatori, yakni 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak termasuk gaji guru,” imbuhnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Sani berhara adanya langkah konkret dari Pemerintah Kota untuk memberikan dukungan fasilitas yang memadai, perbaikan infrastruktur sekolah, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif dan kerjasama antara Pemerintah Kota Samarinda dan semua pihak terkait, termasuk masyarakat, dalam mewujudkan sekolah-sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa.
“Suratnya sudah kami sampaikan ke Bapemperda semoga segera di proses tahun ini,” tandasnya. (FK/Adv/DPRDSamarinda)















