UpdateNusantara.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor mendorong agar orang tua dapat membatasi anak untuk mengurangi bermain Gadget. Hal ini dinilai dapat menganggu fokus dalam proses belajar mengajar.
Ahmat Sopian Noor menyebut, saat masa pandemi, pelaksanaan sekolah secara daring atau online memang menggunkan handphone. Namun saat ini pembelajaraan kembali normal.
“Makanya penggunaan handphone juga harus dibatasi ketika pembelajaran, sekalipun waktu istirahat di sekolah,” katanya, Kamis (16/11/2023).
Selain itu, Ahmat Sopian Noor menyebutkan ketika berada di rumah, orang tua wali murid juga perlu memperhatikan dan membatasi anak-anak dalam bermain handphone. Tujuannya agar dapat fokus belajar dan terhindar dari dampak negatif di sosial media.
Sebab, saat ini mulai dari anak-anak hingga orang tua kerap menghabiskan waktu untuk dengan membuka handphone dan tak luput dari aktivitas sosial media,
“Khawatir dampak negatifnya, timbul iklan yang tidak diinginkan, kemudian anak bisa buka konten yang belum sewajarnya dilihat oleh anak-anak,” ujarnya.
Walaupun, sebenarnya tidak ada larangan dalam bermain handphone kepada anak-anak. Namun ada batasan waktu tertentu, sebab dampaknya sangat besar jika tidak dibarengi dengan perhatian orang tua untuk mengingatkan.
“Artinya bagaimana kita dapat memberikan kesadaran agar bijak dalam menggunakan handphone. Terlebih lagi ketika membuka sosial media,” tuturnya.
Menurutnya, bermain handphone dapat membuat pengguna tidak ingat waktu. Bahkan lupa untuk beristirahat dan makan, sehingga perlu untuk membatas penggunaan Handpone dengan sewajarnya. Kendati demikian, ia berharap para guru harus memiliki moraltias yang baik dalam membina siswa.
“Pemkot Samarinda melalui Disdikbud dapat memberikan wawasan kepada guru seperti pembelajaran tambahan agar memiliki moralitas yang tinggi,” tukasnya. (FK/Adv/DPRDSamarinda)















