UpdateNusantara.id, Samarinda – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji mewakili Ketua DPRD Kaltim, hadiri kegiatan Apel Siaga pengawasan masa tenang dan pemungutan suara pada pemilu serentak tahun 2024 yang digelar di halaman GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda, Jumat (9/2/2024).
Agenda yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltim itu dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pengawasan tahapan pemilu tahun 2024. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengawas Pemilu Berintegritas Untuk Pemilu Berkualitas”.
Berlangsungnya Apel Siaga dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto dan diikuti unsur Forkompimda Kaltim, perwakilan dari partai politik, calon anggota DPD dari dapil Kaltim, dan para peserta dari pengawas pemilu Kaltim dari setiap kecamatan yang ada di Kota Samarinda.
Usai pelaksanaan Apel Siaga, kegiatan kemudian dilanjut dengan penandatangan deklarasi damai pemilu serentak 2024 oleh unsur forkopimda Kaltim, penyelenggara pemilu, partai politik peserta pemilu, caleg DPD RI, dan timses capres dan cawapres.
Seno Aji membeberkan, apel siaga ini adalah untuk persiapan menjelang masa tenang. Menurutnya, hal ini dirasa sangat tepat terhadap apa yang telah dilakukan oleh Bawaslu dan Gakkumdu.
“Ini tepat yang dilakukan Bawaslu dan Gakkumdu sehingga tercipta suasana yang damai yang tenang di Kaltim ini,” kata Seno, saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Seno menyampaikan, peringkat kerawanan di Kaltim telah menurun secara signifikan, dari peringkat 5 turun menjadi peringkat 27.
“Saya rasa ini perlu digaungkan di seluruh Kalimantan Timur, sehingga para peserta pemilu juga memiliki rasa aman dan nyaman dalam melaksanakan hak pilihnya. Artinya bahwa peserta pemilu bisa mengikuti arahan Bawaslu dan mengurangi atau mengeliminasi seperti money pilitic dan segala macam,” paparnya.
Sementara itu, Hari Dermanto dalam sambutannya menjelaskan peran pengawas pemilu pada masa terakhir kampanye dan masa tenang hingga
pemungutan suara sangat penting. Keberadaan pengawas pemilu menjadi sorotan bagi banyak pihak terkait kualitas kontestasi pemilu nantinya.
“Selama kampanye, telah tercatat 7.120 kegiatan yang telah diawasi. Dari jumlah tersebut, artinya dari 7.120 kegiatan kampanye, terdapat 22 dugaan pelanggaran pemilu. Namun, bisa dikatakan bahwa 99 persen pengawasan kampanye yang kita awasi bersama-sama berjalan dengan baik,” jelasnya.
Tak hanya itu, menurutnya, integritas penyelenggaraan pemilu dan prosesnya akan dinilai berdasarkan tiga hal, yaitu integritas penyelenggaraan pemilu, integritas proses pemilu dan integritas hasil pemilu.
“Kita berharap, sebagai pengawas pemilu dapat menjaga integritas selama pemungutan dan penghitungan suara berlangsung,” tandas Hari. (HM/Adv/DPRDKaltim)















