AdvertorialDPRD KALTIM

DPRD Kaltim Desak BUMD Maksimalkan Potensi yang Ada di Daerah

×

DPRD Kaltim Desak BUMD Maksimalkan Potensi yang Ada di Daerah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Agiel Suwarno. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Agiel Suwarno mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar memaksimalkan semua potensi yang ada di daerah.

“Kami melihat banyak potensi yang bisa digarap di provinsi ini, mulai dari sumber daya alam (SDA) maupun bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi dalam bidang energi dan sumber daya mineral di Kaltim,” ungkap Agiel, sapaan akrabnya.

Seperti di Kabupaten Kutai Timur, sebutnya, ada perusahaan besar yang mengoperasikan pabrik semen, mau pun pabrik methanol pengolah batu bara. Peran BUMD bisa dioptimalkan  dalam membaca peluang tersebut, dengan ikut berpartisipasi sebagai sub kontraktor pendukung keperluan perusahaan.

Agiel juga mengapresiasi langkah salah satu BUMD Kaltim  yakni PT Migas Mandiri Pratama (MMP), yang getol mengurus saham partisipasi atau Participating Interest (PI) 10 persen dari kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Mahakam, pengelola Migas Blok Mahakam. Nantinya jika sukses dialihkan pengelolaan PI 10 persen tersebut kepada BUMD pasti berimbas pada penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu mengatakan, jika perusahaan-perusahaan besar di Kaltim bermitra dengan BUMD, tentu akan berdampak pada peningkatan PAD, pastinya bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Agiel menekankan kembali, jika BUMD memiliki rencana kerja yang jelas, target capaian PAD yang terukur, tentunya pihak DPRD Kaltim akan mendukung penuh langkah BUMD dan meminta kepada pemerintah provinsi untuk mendorong terkait penyertaan modal perusahaan, supaya tumbuh dan berkembang.

Ia menilai, selama ini BUMD Kaltim tidak menperlihatkan performa yang ekstra. Setiap kali presentasi bersama Komisi II, kinerja yang disampaikan hanya sebatas normatif, tidak berani melakukan lompatan dan percepatan pertumbuhan kinerja.

“Mereka semestinya berani berekspansi, dengan sumber daya dan potensi yang dimiliki Kaltim, kami optimis mereka bisa. Tinggal tingkatkan kompetensi dan dan kapasitas yang mumpuni, dalam hal ini  perlu dukung  penyertaan modal yang sesuai dengan lompatan yang diinginkan,” tandas Agiel. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 7 =