AdvertorialDPRD KALTIM

Cek Kesehatan Gratis, Harapan Baru yang Butuh Fondasi Kuat

×

Cek Kesehatan Gratis, Harapan Baru yang Butuh Fondasi Kuat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat Kalimantan Timur, hadir sebuah angin segar, program pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas oleh pemerintah.

Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar layanan rutin, tapi bagi banyak warga, ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa terbebani biaya.

Program ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Darlis Pattalongi, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim).

Politisi asal daerah pemilihan Kutai Kartanegara itu menilai langkah ini sebagai titik awal yang baik untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Namun, menurutnya, antusiasme ini harus diimbangi dengan kesiapan di lapangan.

“Kalau sekadar cek kesehatan gratis itu bagus,” ujar Darlis ketika ditemui di Samarinda. “Tapi kalau setelah diperiksa ternyata pasien butuh perawatan lebih lanjut, dan fasilitas kita belum memadai, program ini malah jadi kurang efektif.”

Pandangan Darlis menyentuh sebuah realitas yang kerap terabaikan, kesehatan bukan hanya soal diagnosis, tetapi juga soal tindak lanjut. Masih banyak daerah di Kaltim, menurutnya, yang belum memiliki akses memadai ke rumah sakit atau puskesmas. Ketika fasilitas terbatas dan tenaga medis kurang, program yang seharusnya menyelamatkan bisa berubah jadi sekadar seremoni belaka.

Tak hanya soal infrastruktur, Darlis juga menyoroti pentingnya edukasi. Baginya, pemeriksaan gratis harus disertai dengan penyuluhan yang masif agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini dan tidak hanya datang ketika sudah sakit parah.

“Kesadaran untuk memeriksakan diri itu belum merata. Sosialisasi sangat penting agar program ini berdampak luas,” katanya.

Pemerintah, tambahnya, perlu memandang program ini bukan hanya sebagai kebijakan jangka pendek, tapi sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan. Dari fasilitas, tenaga medis, hingga distribusi layanan semuanya harus berjalan seiring.

“Kalau masyarakat yang diperiksa hari ini butuh pengobatan lebih lanjut, apakah kita sudah siap dengan fasilitasnya? Jangan sampai mereka diberi harapan, tapi pulang dengan kebingungan,” ucap Darlis, dengan nada penuh keprihatinan.

Meski demikian, ia tetap optimis. Menurutnya, dengan evaluasi menyeluruh dan komitmen dari semua pihak, program ini bisa menjadi tonggak penting menuju sistem kesehatan yang lebih adil dan merata.

Pemeriksaan gratis mungkin hanya langkah awal, tapi jika fondasinya kuat, ia bisa menjadi pintu menuju perubahan besar: masyarakat yang lebih sehat, lebih sadar, dan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

99 − = 93