AdvertorialDPRD KALTIM

Fender Baru untuk Jembatan Mahakam, Komitmen Lindungi Urat Nadi Kaltim

×

Fender Baru untuk Jembatan Mahakam, Komitmen Lindungi Urat Nadi Kaltim

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi. (Foto: HM)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Jembatan Mahakam berdiri kokoh membelah aliran sungai terbesar di Kalimantan Timur. Setiap hari, jembatan ini menjadi urat nadi yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial antara Samarinda dan wilayah sekitarnya.

Namun, ketangguhan struktur baja itu kembali diuji ketika sebuah tongkang bermuatan kayu menabrak bagian pelindung jembatan beberapa waktu lalu. Insiden ini bukan yang pertama. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) sebut itu sebagai peringatan serius.

“Kami tidak bisa menganggap ini hal biasa,” ujar Subandi, anggota Komisi III DPRD Kaltim. “Harus ada jaminan bahwa perbaikan dilakukan menyeluruh dan sesuai standar keamanan,” sambungnya.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keberadaan fender, struktur pelindung jembatan dari benturan kapal yang kuat dan sesuai standar. Subandi menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas PUPR, bahkan hingga ke level pusat.

Fokus utama mereka adalah memastikan bahwa pembangunan fender tidak hanya sekadar perbaikan, tetapi peningkatan kualitas. Meski kajian teknis menyatakan struktur utama jembatan masih aman, Subandi tetap waspada.

“Fender yang kuat dan sesuai standar harus segera dibangun agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya dengan tegas.

Beruntung, dalam kasus ini, perusahaan pemilik tongkang tidak lepas tangan. Mereka menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi. Angkanya tidak kecil: sekitar Rp35 miliar. Namun, bagi banyak pihak, nilai tersebut sebanding dengan pentingnya menjaga infrastruktur vital seperti Jembatan Mahakam.

Persoalan anggaran pun kembali menjadi sorotan. Meskipun jembatan ini belum memberi kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena masih dikelola oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan DPRD tetap mengambil peran aktif dalam pengawasan.

“Tanggung jawab tetap harus ditegakkan, baik oleh pihak penabrak maupun pemerintah dalam hal regulasi dan pengawasan,” tambah Subandi.

Jembatan Mahakam lebih dari sekadar struktur baja dan aspal. Ia adalah simbol konektivitas, denyut nadi masyarakat Kaltim. Dan saat sebuah insiden kecil bisa mengancam fungsinya, menjadi kewajiban semua pihak untuk tidak tinggal diam.

Komisi III DPRD Kaltim memastikan bahwa proses perbaikan dan pembangunan fender akan terus dikawal hingga tuntas. Karena bagi mereka, menjaga Mahakam berarti menjaga keselamatan, ekonomi, dan masa depan Kalimantan Timur. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 − 22 =