UpdateNusantara.id, Samarinda – Debu berterbangan setiap kali kendaraan melintas. Bunyi gesekan logam dan benturan roda dengan aspal yang mengelupas seolah menjadi musik harian warga di Samarinda Seberang.
Dua ruas jalan utama, Jalan Cipto Mangunkusumo dan Jalan Bung Tomo, kini lebih menyerupai lintasan rintangan daripada jalur transportasi.
Bagi Siti, seorang ibu rumah tangga yang setiap pagi mengantar anaknya ke sekolah dengan sepeda motor, lubang-lubang besar di jalan itu bukan lagi pemandangan asing.
“Pernah anak saya hampir jatuh karena motor nyangkut di lubang. Kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan, malah makin berbahaya,” keluhnya.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menebar ancaman. Setiap hari, ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk pengangkut logistik melintasi jalan tersebut. Samarinda Seberang adalah pintu gerbang penting menuju pusat kota. Ironisnya, jalur vital ini justru terabaikan.
Keluhan demi keluhan akhirnya sampai ke telinga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis. Politikus muda dari PDI Perjuangan ini pun angkat suara.
“Pastinya kita melihat skala prioritas. Tapi saya akan cek langsung ke lapangan untuk memastikan kondisinya,” ujarnya.
Bagi Ananda, pembangunan tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan laporan lisan. Ia menekankan pentingnya dokumentasi dan data teknis sebagai dasar usulan anggaran.
“Kalau memang lubangnya besar, membahayakan, dan berdampak luas, maka harus segera ditangani,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam menyuarakan kondisi ini. Tidak sekadar mengeluh, tetapi aktif melaporkan dengan bukti visual dan koordinat lokasi.
“Itu sangat membantu proses pengusulan anggaran,” tambahnya.
Ananda juga mengingatkan bahwa sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci percepatan pembangunan.
“Kami tidak tinggal diam. Tapi masyarakat juga perlu memahami bahwa proses pembangunan tidak bisa instan. Meski begitu, aspirasi ini akan kami perjuangkan semaksimal mungkin,” katanya.
Sementara itu, di ruas-ruas jalan Samarinda Seberang, lubang-lubang menganga masih menanti tambalan. Dan warga seperti Siti, terus berharap agar suatu hari nanti, jalanan yang mereka lewati tak lagi menjadi sumber cemas, tetapi jalan menuju kenyamanan. (HM/Adv/DPRDKaltim)















