AdvertorialDPRD KALTIM

Ananda Moeis di TVRI Kaltim: Mengawal Angka, Menyentuh Rasa dalam Isu Kemiskinan

×

Ananda Moeis di TVRI Kaltim: Mengawal Angka, Menyentuh Rasa dalam Isu Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, jadi narasumber pada dialog publika TVRI. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di balik gemerlap studio TVRI Kaltim, isu kemiskinan menjadi topik yang hangat dibahas. Kamis (8/5/2025), Dialog TVRI yang dipandu Elma Pratiwi menghadirkan deretan narasumber yang tak hanya berkompeten di bidangnya, tapi juga punya perspektif tajam dalam membaca realita sosial Kalimantan Timur.

Salah satunya adalah Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis. Politikus PDI Perjuangan itu hadir bukan sekadar membawa data, tetapi juga semangat untuk memastikan setiap angka dalam laporan statistik benar-benar mencerminkan perbaikan nyata di lapangan.

“Yang dibahas tentu saja, apakah program-program yang bertujuan menurunkan kemiskinan ini sudah tepat sasaran atau belum,” ujar Ananda usai dialog. “Jangan hanya fokus pada angkanya, tapi kita harus pastikan dampaknya dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Dialog ini tak hanya menghadirkan Ananda, tetapi juga Kristiningsih dari Dinas Sosial Kaltim, Ely Uswatun dari Badan Pusat Statistik, dan pengamat sosial dari Universitas Mulawarman, Muhammad Arifin.

Bersama, mereka mengurai benang kusut persoalan kemiskinan yang meski angkanya terus menurun, tetap menyisakan pertanyaan besar tentang efektivitas program yang dijalankan.

Bagi Ananda, penurunan kemiskinan bukan sekadar pencapaian teknokratis, melainkan amanah moral. “Kami di DPRD siap untuk menjadi pengawas, agar seluruh program bisa berjalan tepat sasaran, efisien, dan betul-betul menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga menyadari tantangan besar yang dihadapi daerah, terutama dengan target ambisius dari pemerintah pusat: menurunkan angka kemiskinan sebesar 1 persen.

“Itu angka yang besar. Kita memang selalu mengalami penurunan, tapi ini artinya kita harus bekerja ekstra keras,” kata Ananda.

Dialog itu bukan hanya ruang berbagi gagasan, tapi juga panggung untuk mengingatkan: bahwa penanggulangan kemiskinan membutuhkan sinergi dan ketulusan. Di akhir pernyataannya, Ananda menyuarakan harapan agar semua pihak tetap saling menguatkan.

“Kita harus satu visi. Semua pihak harus saling mengingatkan dan mengawasi, agar penanggulangan kemiskinan benar-benar berjalan tepat dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1