AdvertorialDPRD KALTIM

Reza Fachlevi: Saatnya Pemuda Jadi Motor Utama Pertanian Kaltim

×

Reza Fachlevi: Saatnya Pemuda Jadi Motor Utama Pertanian Kaltim

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. (Foto: Humas Sekretariat DPRD Kaltim)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di tengah geliat industri dan pertambangan yang selama ini mendominasi perekonomian Kalimantan Timur, suara baru mulai mengemuka—suara yang mengajak untuk kembali ke akar: tanah, sawah, dan semangat bercocok tanam.

Kali ini, ajakan itu datang dari parlemen, dari seorang politisi muda yang melihat masa depan Kaltim justru terletak pada sektor yang kerap dianggap usang: pertanian.

Akhmed Reza Fachlevi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, yang menyuarakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menggarap peluang besar di sektor pertanian.

Baginya, pertanian bukan sekadar urusan petani tua atau sekadar romantisme masa lalu—melainkan kunci untuk mencapai kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi daerah di masa depan.

“Pertanian bukan hanya urusan petani tua, tapi juga masa depan kita bersama. Pemuda punya peran besar dalam mengembangkan sektor ini agar lebih modern dan berdaya saing,” ujar Reza dalam sebuah kesempatan diskusi publik.

Nama Reza memang tidak asing dalam gerakan pemberdayaan pemuda tani. Sebagai salah satu pengurus pusat Pemuda Tani Indonesia, ia menaruh perhatian serius pada bagaimana anak-anak muda bisa menjadi agen perubahan di sektor pertanian.

Menurut data yang ia sebutkan, saat ini terdapat sekitar 50 ribu petani milenial di Kalimantan Timur—angka yang ia sebut sebagai “modal besar” untuk transformasi pertanian berbasis teknologi.

“Pemuda Tani harus mampu menjadi penghubung antara pemuda, teknologi, dan kebutuhan pertanian masa kini,” tegasnya.

Reza menyebutkan bahwa daerah-daerah seperti Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau memiliki populasi petani muda terbanyak. Jika dikelola dengan baik, potensi ini bisa menjadi tulang punggung dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Namun keterlibatan pemuda, menurutnya, tidak boleh berhenti pada soal budidaya semata. Ia mendorong agar para petani milenial juga mengembangkan kewirausahaan pertanian, dengan pendekatan agribisnis terintegrasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperluas akses pasar secara digital.

“Jangan hanya jadi penghasil. Jadilah pengolah, pemasar, dan pelaku bisnis pertanian yang tangguh. Kita harus ciptakan ekonomi baru di sektor ini,” ucap politisi Partai Gerindra tersebut.

Teknologi, menurut Reza, adalah sekutu utama dalam transformasi ini. Ia mengajak petani muda di Kaltim untuk akrab dengan IoT (Internet of Things), irigasi otomatis dan manajemen pertanian berbasis data. Inovasi adalah satu-satunya jalan untuk menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan fluktuasi pasar.

“Mereka harus jadi pionir inovasi. Kita tidak bisa mengandalkan metode lama untuk menjawab tantangan zaman,” katanya tegas.

Lebih jauh, Reza berharap ke depan akan lahir lebih banyak organisasi dan komunitas yang mewadahi petani muda. Ia ingin melihat lahirnya petani-petani profesional, mandiri, dan bangga menjalani profesinya.

“Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan dan membanggakan, bukan sekadar pilihan terakhir. Kaltim butuh energi muda untuk memastikan masa depan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tutupnya dengan semangat. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + = 22