AdvertorialDPRD KALTIM

Bontang Menanti Solusi, Suara DPRD Kaltim dalam Simfoni Pembangunan

×

Bontang Menanti Solusi, Suara DPRD Kaltim dalam Simfoni Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Anggota DPRD Kaltim turut hadiri Musrembang RPJMD Kota Bontang. (Foto : Humas Sekretariat DPRD Kaltim)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Bontang – Musrenbang RPJMD Kota Bontang Tahun 2025–2029 menjadi ruang bertemunya harapan, komitmen, dan tantangan. Deretan kursi terisi penuh oleh para pemangku kepentingan. Di antara mereka, sejumlah anggota DPRD Kalimantan Timur tampak hadir bukan hanya sebagai tamu, tapi sebagai wakil rakyat yang membawa suara dan dukungan untuk kota kecil yang terus bertumbuh di pesisir timur Kalimantan.

Kota Bontang, yang dikenal dengan mottonya Bessai Berinta—mendayung bersama—kini menghadapi berbagai persoalan klasik namun mendesak: banjir yang belum sepenuhnya teratasi, akses air bersih yang belum merata, serta kebutuhan mendesak peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Agusriansyah Ridwan, salah satu legislator yang hadir dalam forum itu, menyuarakan kegelisahan sekaligus harapan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya dukungan konkret dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

“Pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Pemprov Kaltim harus bersinergi dengan kebutuhan kota. Banjir dan air bersih bukan sekadar soal teknis, ini menyangkut kehidupan sehari-hari warga,” kata Agusriansyah dengan nada tegas namun optimis.

Kehadirannya bersama para anggota DPRD Kaltim lainnya—Agus Aras, Husin Djufrie, Arfan, Apansyah, dan Syarifatul Sya’diah—menjadi simbol bahwa Bontang tidak berjalan sendiri.

Mereka datang membawa satu pesan: pembangunan Kota Bontang adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan Timur.

Lebih jauh, Agusriansyah menekankan pentingnya sinkronisasi antara program pembangunan kota dengan program provinsi.

“Tanpa koordinasi yang kuat, pembangunan bisa berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya tak maksimal,” ujarnya.

Bappeda Kaltim pun dalam forum tersebut menegaskan bahwa fokus provinsi ke depan memang akan diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang bersifat solutif dan berjangka panjang—terutama untuk wilayah seperti Bontang yang menyimpan potensi besar namun menghadapi tantangan mendasar.

Musrenbang hari itu pun menjadi lebih dari sekadar forum tahunan. Ia berubah menjadi ruang kesadaran bersama bahwa membangun kota bukan hanya soal rencana di atas kertas, tapi tentang kolaborasi lintas level dan keberanian menghadapi kenyataan.

Dari forum ini, Bontang mengirimkan pesan: kami siap mendayung, asal tak mendayung sendiri. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 1