AdvertorialDPRD Samarinda

Deni Hakim Dorong Kesiapsiagaan Warga Hadapi Karhutla dan Banjir di Samarinda

×

Deni Hakim Dorong Kesiapsiagaan Warga Hadapi Karhutla dan Banjir di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : MRD)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, SAMARINDA – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta antisipasi banjir di Samarinda perlu dimulai dari lingkungan tempat tinggal masyarakat. Warga diimbau meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran sekaligus memastikan saluran drainase tidak tersumbat menjelang musim hujan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan risiko kedua bencana tersebut. Menurutnya, langkah pencegahan akan lebih efektif apabila pemerintah dan warga bergerak bersama, bukan hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian.

Deni menaruh perhatian pada kebakaran lahan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan maupun pematangan lahan. Ia meminta aktivitas tersebut tidak dilakukan secara sembarangan hingga memicu kebakaran dan membahayakan lingkungan sekitar.

Sejumlah kawasan, termasuk Sambutan dan Palaran, turut menjadi perhatian. Deni berharap masyarakat tidak mengabaikan kondisi lahan di sekitarnya, terutama saat cuaca kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar.

Ia menekankan bahwa kepedulian warga dapat membantu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal. Pengawasan lingkungan dan pencegahan sumber api dinilai perlu menjadi kebiasaan bersama agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Keselamatan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat bisa berperan dengan menjaga lahan di sekitarnya dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” kata Deni.

Dampak karhutla, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan, tetapi juga ancaman asap yang dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Untuk mengurangi risiko paparan asap, warga diminta memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker dapat menjadi salah satu upaya perlindungan ketika udara tercemar, sedangkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan disarankan lebih membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

“Ketika udara mulai terganggu oleh asap, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan masker dan perhatikan kondisi kesehatan,” ujarnya.

Selain karhutla, Deni mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi banjir sebelum curah hujan meningkat. Ia meminta kondisi drainase di berbagai kawasan diperiksa lebih awal, terutama saluran yang berpotensi mengalami penyumbatan akibat sampah dan endapan.

Menurutnya, pembersihan drainase tidak cukup dilakukan ketika genangan sudah muncul. Pemerintah bersama masyarakat perlu mengintensifkan kerja bakti untuk mengangkat sampah dan memastikan aliran air tetap lancar.

Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Karena itu, kesiapan menghadapi musim hujan perlu dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara rutin.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah banjir terjadi. Saluran drainase harus dipastikan berfungsi dengan baik sejak sebelum hujan turun,” tegasnya.

Deni berharap upaya pencegahan karhutla dan pengurangan risiko banjir dapat menjadi perhatian bersama di Samarinda. Melalui pengawasan lingkungan, perlindungan terhadap kesehatan saat terjadi pencemaran udara, serta perawatan drainase secara berkala, dampak kedua persoalan tersebut diharapkan dapat diminimalkan.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kondisi lingkungan kota tetap aman. (MRD/Adv/DPRDSamarinda)

Example 120x600