UpdateNusantara.id, Tenggarong – Merespons kesenjangan pembangunan antara desa pesisir dan daratan, Pemerintah Kecamatan Anggana menggulirkan dana percepatan senilai Rp10 miliar yang dialokasikan bertahap mulai triwulan kedua 2025. Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan skema pendanaan ini meliputi kebutuhan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas SDM, dan penopang ekonomi kreatif.
“Tiga desa pesisir—Sepatin, Muara Pantuan, dan Tani Baru—mendapat prioritas. Kami ingin perubahan dapat dirasakan langsung masyarakat,” ujar Rendra.
Porsi terbesar, yakni Rp5 miliar, diberikan ke Desa Sepatin untuk memperkuat jaringan listrik dan membeli genset 500 kVA. Sisanya dibagi untuk pembangunan sambungan air bersih gravitasi, renovasi dermaga, serta pelatihan usaha rumahan pengolahan hasil laut.
Muara Pantuan memperoleh Rp3 miliar guna memperpanjang jalur pipa distribusi air bersih dan menambah rumah pompa tenaga surya. Sementara Tani Baru menerima Rp2 miliar untuk membangun jalan lingkungan beton sejauh 1,2 kilometer yang menghubungkan pemukiman ke sentra tambak bandeng.
“Kami tidak hanya bangun fisik. Ada pos anggaran pelatihan digital marketing bagi perempuan pesisir agar produk olahan ikan punya pasar lebih luas,” jelas Rendra.
Setiap proyek diwajibkan memakai skema padat karya agar menyerap tenaga lokal. Pemerintah kecamatan menugaskan fasilitator pendamping untuk memastikan kualitas serta ketepatan waktu pelaksanaan.
Dalam rapat koordinasi terbaru, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor sepakat mengintegrasikan program. Dinas Kesehatan akan memasang lampu tenaga surya di Pustu, Dinas Pendidikan menambah perangkat IT di sekolah, dan Dinas Perikanan menyiapkan 30 mesin perajang ikan bagi UMKM.
“Kita bergerak kolektif supaya dampaknya terasa cepat dan luas,” tegas Rendra. Ia menargetkan seluruh paket pekerjaan selesai sebelum Desember 2025. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)















