AdvertorialDPRD KALTIM

Balikpapan Menanti Sekolah Negeri, Kota Maju Pendidikan Tertinggal

×

Balikpapan Menanti Sekolah Negeri, Kota Maju Pendidikan Tertinggal

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Balikapapan – Di balik predikatnya sebagai kota bersih, indah, aman, dan nyaman, Balikpapan ternyata masih menyimpan potret buram dalam sektor pendidikan. Kota yang kini menjadi gerbang utama menuju Ibu Kota Negara (IKN) itu, belum sepenuhnya siap dalam hal pemerataan akses pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Damayanti, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), menghela napas panjang saat membicarakan kondisi ini. Ia bukan hanya seorang politisi Fraksi PKB, tetapi juga seorang ibu yang memahami betapa pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan.

“Balikpapan Tengah itu tidak punya sekolah negeri,” ujarnya, dengan nada prihatin.

Kawasan yang berada tepat di tengah denyut aktivitas kota itu, ironisnya, belum memiliki satu pun SMA negeri. Padahal, wilayah tersebut tak ubahnya seperti nadi dari Balikpapan, ramai dan berkembang, namun masih tertinggal dalam hal yang paling mendasar yakni pendidikan.

“Makanya kami mendorong agar pemerintah provinsi mengecek kembali sebaran sekolah di setiap kota dan kabupaten. Jangan sampai ada wilayah yang tertinggal,” tambah Damayanti.

Menurutnya, pendidikan bukanlah investasi jangka pendek yang hasilnya langsung terlihat. “Tapi nanti, 20 tahun ke depan, seperti apa wajah Kalimantan Timur itu tergantung dari bagaimana kita membentuk SDM-nya hari ini,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci membangun masa depan.

Di tengah geliat pembangunan IKN yang kian mendekat, Balikpapan punya peran strategis. Kota ini menjadi penyangga utama, pintu masuk utama bagi siapa saja yang ingin menuju pusat pemerintahan baru Indonesia. Namun, tanpa SDM yang kuat dan berpendidikan, Balikpapan bisa jadi hanya akan menjadi kota singgah tanpa arah pembangunan yang berkelanjutan.

“Apalagi Balikpapan mendukung IKN. Maka SDM di sini harus benar-benar siap menghadapi tantangan dan peluang,” tandas Damayanti.

Kini, warga Balikpapan Tengah hanya bisa berharap agar suara mereka tak hanya terdengar, tetapi juga digerakkan menjadi aksi nyata. Karena di kota yang tampak megah ini, masa depan generasi muda masih menunggu ruang untuk belajar dan bermimpi. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

78 − 73 =