AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Bupati Kukar Resmikan Masjid Al-Idzhar, Dorong Peran Masjid sebagai Pusat Edukasi dan Sosial

×

Bupati Kukar Resmikan Masjid Al-Idzhar, Dorong Peran Masjid sebagai Pusat Edukasi dan Sosial

Sebarkan artikel ini
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah beserta rombongan safari subuh meresmikan Masjid Besar Al-Idzhar Kecamatan Sebulu. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, secara resmi meresmikan Masjid Besar Al-Idzhar di Kecamatan Sebulu, Selasa (13/5/2025). Peresmian dilakukan dalam rangkaian kegiatan Safari Subuh Pemkab Kukar yang rutin digelar sebagai ajang silaturahmi dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Edi menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan masjid tersebut. Ia menyebut masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pembinaan umat.

“Masjid adalah pusat peradaban umat. Mari kita jadikan Masjid Al-Idzhar ini sebagai ruang berkumpul untuk mendalami nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, serta melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan,” tutur Edi.

Ia mengapresiasi kontribusi masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah setempat dalam menyelesaikan pembangunan masjid. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh gotong royong yang harus terus dikembangkan.

“Masjid ini berdiri atas dasar kebersamaan. Semua pihak berperan, mulai dari penggalangan dana, pengawasan pembangunan, hingga pelibatan anak muda dalam kegiatan masjid. Ini adalah cerminan akhlak dan budaya kita,” ungkapnya.

Edi juga menekankan pentingnya optimalisasi peran masjid dalam pembangunan spiritual generasi muda. Ia mendorong masjid menjadi tempat pendidikan nonformal seperti pengajian, pelatihan keterampilan, hingga ruang diskusi masyarakat.

“Kita dorong masjid tidak hanya ramai saat Ramadan, tetapi aktif sepanjang tahun. Mari aktifkan kembali kegiatan remaja masjid, pengajian ibu-ibu, dan diskusi pemuda untuk menghidupkan masjid sebagai pusat kebajikan,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta agar pengelolaan masjid dilakukan secara profesional, transparan, dan inklusif. Takmir masjid diminta terbuka terhadap masukan masyarakat, serta menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga keagamaan dan sosial.

“Insya Allah, dengan pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, masjid ini akan menjadi pelita yang menerangi lingkungan sekitarnya,” tutup Edi. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1