AdvertorialDPRD Samarinda

Cegah Penyakit Sejak Dini, DPRD Samarinda Minta Warga Terlibat Aktif

×

Cegah Penyakit Sejak Dini, DPRD Samarinda Minta Warga Terlibat Aktif

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah. (Foto : MRD)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, SAMARINDA – Upaya menjaga kesehatan masyarakat di Kota Samarinda dinilai perlu dimulai dari lingkungan permukiman. Keterlibatan warga dalam mengenali potensi gangguan kesehatan dan menyampaikan informasi sejak dini dianggap penting agar risiko penyakit dapat ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, menilai keberhasilan pembangunan sektor kesehatan tidak hanya bergantung pada kesiapan rumah sakit dan puskesmas. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan juga harus menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit.

Menurutnya, masyarakat dapat berperan sebagai pihak yang pertama kali mengetahui persoalan kesehatan di lingkungan tempat tinggal. Informasi tersebut akan sangat berguna apabila didukung saluran komunikasi yang memungkinkan pemerintah dan petugas kesehatan segera mengambil langkah penanganan.

“Penanganan kesehatan ke depan tidak cukup hanya bersifat responsif. Yang perlu diperkuat adalah upaya pencegahan dengan melibatkan jaringan sosial yang sudah ada di masyarakat,” ujar Harminsyah.

Ia menjelaskan, pendekatan preventif perlu diperkuat agar penanganan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan setelah penyakit muncul. Melalui pengenalan potensi masalah sejak awal, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Harminsyah mendorong pemerintah membangun koordinasi yang lebih erat dengan masyarakat. Alur pelaporan yang jelas diperlukan agar informasi mengenai persoalan kesehatan dapat diteruskan kepada instansi terkait dan segera ditindaklanjuti.

Keterlibatan berbagai unsur sosial juga dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan. Tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) diharapkan ikut menyampaikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit.

Harminsyah mengatakan, edukasi tersebut perlu mencakup tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

“Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, upaya pencegahan akan lebih efektif karena sumber persoalan bisa dikenali lebih cepat dan ditangani sejak awal,” terangnya.

Ia menambahkan, kesadaran menjaga kesehatan sebaiknya tidak hanya muncul ketika seseorang mengalami keluhan. Masyarakat perlu memahami bahwa tindakan pencegahan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup sekaligus mengurangi risiko munculnya persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Karena itu, Pemerintah Kota Samarinda diminta memperkuat kerja sama dengan kelompok masyarakat dan berbagai unsur sosial. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan warga mengenali potensi masalah kesehatan sekaligus mempercepat penyampaian informasi kepada petugas yang berwenang.

Dengan koordinasi yang berjalan baik, persoalan kesehatan di lingkungan permukiman diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan bisa disesuaikan dengan tingkat kebutuhan.

Harminsyah menegaskan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat harus didukung oleh dua hal yang berjalan beriringan, yakni kesiapan fasilitas pelayanan medis dan partisipasi aktif warga. Tanpa kesadaran serta keterlibatan masyarakat, upaya pencegahan penyakit akan sulit berjalan optimal. (MRD/Adv/DPRDSamarinda)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan