AdvertorialDPRD KALTIM

Damayanti: Edukasi Seks Sejak Dini, Tanggul Strategis Lawan Kekerasan Anak

×

Damayanti: Edukasi Seks Sejak Dini, Tanggul Strategis Lawan Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti berbicara dengan nada yang tegas namun sarat keprihatinan. Bukan soal anggaran atau infrastruktur, tapi sesuatu yang jauh lebih personal dan menyentuh: perlindungan terhadap anak-anak dari kekerasan seksual.

“Ini bukan lagi hal yang tabu, ini keharusan,” ujarnya lantang. Baginya, sudah saatnya pendidikan seks masuk ke ruang kelas, sejak usia dini. Bukan sebagai wacana kontroversial, tapi sebagai alat perlindungan.

Kekerasan seksual terhadap anak bukan lagi isu pinggiran. Data dan laporan yang terus meningkat membuatnya merasa bahwa pendidikan seks harus dimulai dari PAUD, dan terus berlanjut hingga SMA.

Tapi bukan sembarang pendidikan seks, yang ia maksud adalah kurikulum yang disesuaikan dengan usia, membahas relasi sehat, batasan tubuh, hingga bagaimana mengenali dan melawan situasi berbahaya.

“Ini bukan sekadar tentang anatomi,” katanya. “Ini tentang memberi anak-anak keberanian dan pengetahuan untuk melindungi diri mereka sendiri,” sambungnya.

Sebagai politisi dari PKB, Damayanti menyadari bahwa mewujudkan kurikulum ini tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Di Kaltim, jenjang pendidikan dibagi, PAUD hingga SMP dikelola kabupaten/kota, sedangkan SMA berada di bawah provinsi.

“Sinergi itu mutlak,” katanya.

Damayanti tak ingin isu ini berakhir sebagai diskusi di ruang rapat. Ia mendorong langkah konkret dari pemerintah daerah, termasuk dukungan kebijakan dari DPRD.

Dalam pandangannya, kurikulum ini bisa menjadi tameng awal bagi anak-anak, bukan hanya untuk menghindari kekerasan, tetapi juga tumbuh dengan pemahaman yang sehat tentang tubuh dan hubungan sosial.

“Kalau ini bisa diterapkan, kita bicara tentang generasi yang lebih sadar, lebih kuat, dan lebih aman,” katanya menutup pernyataan dengan penuh harap.

Di tengah laju pembangunan dan transformasi besar di Kalimantan Timur, Damayanti memilih untuk fokus pada pondasi paling mendasar yakni melindungi anak-anak dari kekerasan yang membayangi mereka dalam diam. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

40 − = 39