AdvertorialDPRD KALTIM

Damayanti Soroti Tantangan Penerapan Kurikulum Merdeka dan Kesejahteraan Guru di Kaltim

×

Damayanti Soroti Tantangan Penerapan Kurikulum Merdeka dan Kesejahteraan Guru di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pendidikan Indonesia (Foto : Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Penerapan Kurikulum Merdeka di sejumlah sekolah di Indonesia turut menjadi sorotan Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti. Ia menyebut kurikulum ini sebagai langkah positif dalam reformasi pendidikan, namun menekankan perlunya kesiapan guru dan pemerataan insentif di seluruh jenjang pendidikan.

“Kurikulum Merdeka memungkinkan siswa belajar lebih mandiri, tapi guru tetap harus berperan aktif dalam membimbing proses pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Damayanti, fleksibilitas yang ditawarkan kurikulum ini memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat. Namun, tantangan muncul ketika guru belum sepenuhnya siap menjalankan peran dalam sistem pembelajaran yang lebih dinamis.

Ia juga menyoroti ketimpangan insentif guru di daerah, khususnya di tingkat PAUD dan SMP. Banyak guru, katanya, masih menerima insentif di bawah standar kelayakan.

“Pengorbanan guru tidak sebanding dengan insentif yang mereka terima. Padahal, mereka adalah garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan,” tegasnya.

Meski sejumlah daerah telah memberikan insentif memadai bagi guru SMA dan SMK, Damayanti menilai masih banyak jenjang pendidikan lain yang belum mendapatkan perlakuan serupa. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mengambil langkah konkret dalam mewujudkan kesejahteraan guru secara merata.

“Kesejahteraan guru perlu menjadi prioritas agar Kurikulum Merdeka bisa berjalan efektif,” pungkasnya. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1