AdvertorialDPRD KALTIM

Dampingi Mentan Tinjau Program Ketahanan Pangan, DPRD Kaltim Dorong Arah Baru Pertanian PPU

×

Dampingi Mentan Tinjau Program Ketahanan Pangan, DPRD Kaltim Dorong Arah Baru Pertanian PPU

Sebarkan artikel ini
H. Baba dan Baharuddin Muin saat dampingi kunker Mentan RI, Andi Amran Sulaiman ke Desa Gunung Mulia. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Penajam Paser Utara – Matahari belum sepenuhnya memanjat langit saat puluhan warga berkumpul di tepian sawah Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. Mereka tidak sekadar menunggu tamu penting—mereka menantikan harapan.

Jumat (9/5/2025), desa kecil di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menjadi pusat perhatian nasional. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, datang membawa janji: swasembada pangan bukan lagi mimpi yang jauh.

Di antara deretan pejabat yang menyambut, tampak Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H Baba, bersama koleganya Baharuddin Muin. Keduanya hadir mewakili pimpinan DPRD Kaltim, mendampingi Menteri dalam rangkaian kunjungan kerja yang penuh makna ini.

Kehadiran Mentan bukan sekadar simbolik. Ia membawa serta paket bantuan pertanian senilai lebih dari Rp18 miliar: traktor, rice transplanter, pompa air, hingga benih unggulan padi dan jagung.

Bantuan itu diserahkan langsung kepada para kelompok tani dan brigade pangan yang telah lama bergelut menjaga ladang-ladang tetap produktif di tengah berbagai keterbatasan.

“Ini bukan hanya soal alat, tapi soal keberpihakan,” kata H Baba usai seremoni penyerahan. “Kita butuh bukti bahwa pertanian mendapat tempat dalam prioritas pembangunan, dan hari ini kita melihatnya.”

Namun, di balik sorak dan sambutan, ada kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan. H Baba menyinggung tentang infrastruktur irigasi yang belum memadai dan proyek Bendung Gerak Telake yang sempat diharapkan menjadi tulang punggung pengairan, namun batal masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

“Tanpa air dan benih berkualitas, sekuat apa pun niat petani, hasilnya tetap terbatas,” tegasnya.

Data yang dipaparkan menunjukkan, dari luas lahan sekitar 5.898 hektare di wilayah PPU, hanya mampu menghasilkan sekitar 4.429 ton gabah. Angka yang cukup, namun belum ideal.

Maka dari itu, Baba mendesak agar Pemerintah Kabupaten PPU segera menyusun Peraturan Daerah yang melindungi lahan produktif dari ancaman alih fungsi, terutama di daerah strategis seperti Gunung Mulia.

“Kita tidak bisa membiarkan lahan pangan berubah menjadi sawit atau karet. Ini soal keberlangsungan hidup banyak generasi ke depan,” ujarnya, mengamini seruan serupa dari Gubernur Kaltim.

Di akhir kunjungan, ketika helikopter yang membawa Mentan kembali ke Balikpapan lepas landas dari lapangan bola Desa Gunung Intan, semangat yang tersisa di tanah Babulu bukan sekadar dari deru baling-baling, melainkan dari harapan yang ditanam lebih dalam: bahwa desa kecil ini akan tetap menjadi penjaga nafas pangan Kalimantan Timur, dan mungkin Indonesia. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

82 − = 76