AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Dorong Literasi Informasi, Kominfo Kukar Gandeng Media Edukasi Publik

×

Dorong Literasi Informasi, Kominfo Kukar Gandeng Media Edukasi Publik

Sebarkan artikel ini
Plt Kadis Kominfo Kukar, Solihin. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar mendorong penguatan literasi informasi publik di tengah masyarakat dengan menggandeng media sebagai mitra edukasi. Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, mengatakan bahwa media harus menjadi pilar utama dalam membentuk masyarakat yang cerdas menghadapi derasnya arus informasi digital.

“Di era disrupsi seperti sekarang, media tidak lagi hanya menyampaikan informasi, tapi juga bertugas mendidik masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks,” ungkap Solihin.

Menurut Solihin, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, sinergi dengan media lokal menjadi bagian penting dari strategi komunikasi publik.

“Kami sedang menyusun berbagai program literasi digital, mulai dari pelatihan jurnalisme warga hingga penyuluhan informasi ke desa-desa. Media lokal akan kami libatkan sebagai fasilitator,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi bukan hanya berguna untuk menjaga stabilitas sosial, tapi juga memperkuat demokrasi.

“Jika publik kritis dan mampu memilah informasi, maka kebijakan publik akan lebih mudah diterima dan didiskusikan secara sehat,” katanya.

Solihin juga menegaskan pentingnya transparansi pemerintah. Ia berkomitmen membuka akses informasi dan mempercepat pelayanan data bagi media dan masyarakat umum.

“Kita ingin tidak ada jarak antara informasi pemerintah dan masyarakat. Semua harus bisa diakses dengan mudah dan cepat,” tegasnya.

Ia berharap ke depan tidak hanya muncul sinergi dalam kerja jurnalistik, tapi juga kolaborasi yang mengarah pada program-program edukatif di media, seperti rubrik literasi, konten edukasi video, hingga kelas-kelas daring.

“Dengan cara itu, masyarakat kita akan semakin melek informasi, dan pemerintah juga akan lebih dipercaya. Literasi bukan sekadar paham baca-tulis, tapi juga memahami konteks,” tutup Solihin. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

80 − = 71