UpdateNusantara.id, Samarinda – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Novan Syahronny Passie menjelaskan bahwa pembinaan atlet biliard selama bulan ramadan tetap dapat dilakukan selama tetap menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat
Jelang bulan ramadan, pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk menutup rumah biliar yang tak dibawah naungan Persatuan Olahraga Biliard Indonesia (POBSI) yang tak melakukan pembinaan atlit billiard secara khusus.
“Hadirnya perda ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tenang. Di sisi lain juga, regenerasi dan prestasi atlet pun harus kita perhatikan, termasuk dalam cabang olahraga billiard,” jelas Novan.
Olahraga biliard penting untuk mendaptkan pembinaan oleh pemeritah setempat, karena olahraga ini dimainkan oleh berbagai kalangan dari usia muda hingga dewasa dan menghadirkan atensi yang kuat di masyarakat.
Usaha rumah biliard juga mengalami peningkatan yang pesat beberapa tahun kebelakang, karena banyaknya rumah biliard yang baru dibuat dan mengusung tema modern dan mengedepankan aspek kenyamanan bagi para pengunjung.
Lebih lanjut, Ketua Komisi III juga berikan penegasan terahadap rumah biliard yang belum melakukan pembinaan atlit secara spesifik untuk dapat melaporkan, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pengusaha dan pihak yang melakukan pembinaan atlit biliard di Kota Samarinda.
“Kita optimis kedepannya, karena ini berbicara tentang pengembangan atlit dan disisi lain kita tidak menutup pintu untuk orang yang berusaha dalam bidang tersebut, hal ini pun bertujuan agar pihak yang belum melakukan pembinaan terhadap atlit dapa melaporkan, agar jelas bagi seluruh pihak.” tutupnya. (SV/Adv/DPRDKotaSamarinda)















