UpdateNusantara.id, Samarinda – Upaya pengelolaan sampah di Kota Samarinda terus digiatkan, salah satunya melalui program inovatif bernama “Kutiga” yang diinisiasi oleh Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kora Samarinda, Muhammad Andriansyah
Program tersebut bertujuan untuk mengubah pola lama dalam menangani sampah rumah tangga menjadi sistem yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
“Kutiga itu artinya kupilah, kupilih, kuolah. Sekarang kita sudah mulai jalankan di beberapa tempat dan terus kita gaungkan,” ujar Andriansyah saat diwawancarai.
Aan, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pemilahan sampah dari rumah sangat penting karena dapat mengubah sampah yang tadinya tidak bernilai menjadi sumber pendapatan.
Menurutnya, paradigma lama yang hanya berorientasi pada kumpul, angkut, buang perlu ditinggalkan dan digantikan dengan konsep baru, yakni kumpul, angkut, cuan.
“Dulu kita harus bayar untuk buang sampah, sekarang dengan memilah, justru bisa menghasilkan uang,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, ia juga menjadwalkan kegiatan studi banding pada tanggal 17 mendatang ke beberapa bank sampah yang sudah berjalan efektif, seperti Bank Sampah Silopales dan Bank Sampah Plamboya di kawasan Sungai Siring.
Dirinya menyebut, pengelolaan program ini melibatkan relawan dan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga. “Saya sering ajak mereka ke lokasi bank sampah. Tujuannya supaya mereka langsung melihat prosesnya, jadi lebih mudah dipahami daripada hanya mendengar cerita,” katanya.
Dengan pendekatan partisipatif, program “Kutiga” diharapkan dapat membangun budaya pemilahan sampah yang konsisten dari tingkat rumah tangga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Samarinda. (SF/Adv/DPRDKOTASAMARINDA)















