AdvertorialDPRD Samarinda

Fenomena Jukir Liar Jadi Tantangan Pemkot Samarinda

×

Fenomena Jukir Liar Jadi Tantangan Pemkot Samarinda

Sebarkan artikel ini
Anggora Komisi III DPRD Kota Samarinda Anhar. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Sebagai Kota yang ramai penduduk Samarinda sering kali dibanjiri dengan para Juru Parkir (Jukir) Liar di berbagai sudut kota. Pasalnya sering kali jukir ini menjadi polemik bagi kalangan pengendara.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggora Komisi III DPRD Kota Samarinda Anhar. Ia menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah sering terjadi terutama di berbagai kawasan wisata salah satunya Tepian Mahakam.

Anhar mengungkapkan polemik tersebut menjadi suatu tantangan bagi Pemerintah Kota sehingga Pemerintah dan pihak terkait harus memaksimalkan skema dan upaya untuk mencegah terjadi hal seperti itu.

“Menyangkut masalah jukir, ini permasalahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah kota Samarinda itu kan sudah masuk di teknis, hal-hal seperti itu ada Satpol PP,” ungkapnya Senin (20/11/2023).

Disinggung juga mengenai kasus yang viral yang pada waktu lalu tersebar di media sosial terkait warga yang diminta membayar uang sebesar Rp 7-10 ribu per kendaraan.

Meskipun sudah ada pihak yang bertugas menertibkan itu, Anhar menyampaikan bahwa pihaknya dari DPRD selalu mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemkot untuk menata sehingga hal tersebut juga menjadi daya tarik wisata bagi Samarinda.

“Terpenting fungsi daripada legislasi ini mensupport upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Samarinda itu dalam menata karena ini menjadi daya tarik wisata tersendiri dan syukur-syukur bisa menambah penghasilan asli daerah kita,” tuturnya.

Politisi PDIP itu menegaskan bahwa berkaitan dengan jukir pengantisipasinya adalah Pemkot sehingga dewan hanya mendukung segala bentuk anggaran yang diusulkan.

“Ya tentu dewan ini mensupport anggarannya karena itu untuk kebaikan dan menata daripada untuk menjadikan kota Samarinda semakin indah dan siapapun yang datang berkunjung ke sini menjadi semacam ciri khas tersendiri bagi kota Samarinda,” tegasnya.

Ia melanjutkan bahwa dirinya akan selalu kritis terhadap setiap persoalan dan kebijakan yang ada, namun Anhar mengaku jika hal yang berkaitan dengan perbaikan Kota Samarinda dirinya akan siap untuk terus mendukung.

“Saya selalu kritis ketika ada mungkin hal kurang, kita mengingatkan sesuai dengan fungsi-fungsi kita di lembaga ini,” pungkasnya. (FK/Adv/DPRDSamarinda)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 83 = 86