AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Generasi Muda Tani Bhakti, Dilema Kilau Tambang dengan Ilmu Pertanian

×

Generasi Muda Tani Bhakti, Dilema Kilau Tambang dengan Ilmu Pertanian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pertambangan. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Desa Tani Bhakti, yang terletak di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, berada di tengah dilema. Di satu sisi, kilauan tambang batu bara menjanjikan kemakmuran cepat, sementara di sisi lain, tradisi bertani yang telah lama menjadi tulang punggung desa.

Muhammad Amin, pemimpin Desa Tani Bhakti, dengan tekad bulat mencari jalan tengah. “Tambang memberi janji segera, namun pertanian menjanjikan masa depan,” katanya.

Dibawah bimbingan Amin, desa ini memilih untuk tidak hanya mengikuti arus. Workshop pertanian dan perkebunan diadakan secara rutin, membuka wawasan generasi muda akan kekayaan yang terpendam dalam pertanian. Amin percaya, pertanian bukan hanya soal mengolah tanah, tetapi juga memanfaatkan ilmu dan teknologi.

“Pertanian yang modern dapat mengubah nasib, menjadikan petani sebagai tuan di tanahnya,” ujar Amin dengan semangat.

Amin bercita-cita untuk mengubah Desa Tani Bhakti menjadi desa yang mandiri pangan, tidak terikat pada industri tambang batu bara.

“Generasi muda harus melihat nilai sebenarnya dari pertanian, kembali ke tanah yang telah memberi kehidupan,” tutur Amin.

Desa Tani Bhakti kini berdiri sebagai contoh, menunjukkan bahwa di tengah dominasi tambang, pertanian masih bisa menjadi pilihan yang berkelanjutan, menjanjikan masa depan yang lebih hijau dan mandiri bagi generasi yang akan datang. (KY/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 4 =