AdvertorialDPRD KALTIM

Hotel Baru di Kawasan Pasar Pagi: Antara Estetika Kota dan Tanggung Jawab Lingkungan

×

Hotel Baru di Kawasan Pasar Pagi: Antara Estetika Kota dan Tanggung Jawab Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi. (Foto: HM)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di tengah padatnya aktivitas Pasar Pagi Samarinda yang tak pernah benar-benar tidur, sebuah rencana besar tengah disiapkan. Bukan soal perbaikan kios atau penataan pedagang, melainkan pembangunan sebuah hotel modern yang digadang-gadang akan mengubah wajah kawasan ikonik tersebut.

Bagi sebagian orang, gagasan ini terdengar berani. Tapi bagi Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi, ini adalah langkah maju yang patut didukung, tapi dengan catatan.

“Adanya hotel, pastinya PAD akan meningkat. Selain itu, desain gedung yang maksimal juga akan menambah nilai estetika dan seni,” ujar Subandi saat ditemui di sela aktivitasnya belum lama ini.

Dari balik kepadatan kendaraan dan hiruk-pikuk transaksi di pasar, Subandi melihat potensi yang lebih besar yakni pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi dengan penataan kota.

Kehadiran hotel di jantung perdagangan Samarinda bukan hanya soal menara beton baru, tapi tentang bagaimana fungsi kota bisa menyatu dalam harmoni antara bisnis, budaya, dan pelayanan publik.

Namun Subandi tidak ingin pembangunan itu melupakan satu hal penting yaitu lingkungan. Sungai Mahakam yang mengalir tenang di dekat kawasan pasar bukan tempat pembuangan limbah. Dan itulah kenapa ia menekankan keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai prasyarat utama.

“Masalah limbah yang biasanya langsung dibuang ke sungai harus diatasi dengan adanya IPAL. Jadi, hotel boleh dibangun, tapi IPAL-nya juga harus ada,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan harus memikirkan keberlanjutan, bukan hanya keindahan sesaat. Ia pun mengingatkan, Pasar Pagi bukan pasar sembarangan. Kawasan ini telah mengantongi standar SNI yang merupakan satu-satunya di Kalimantan Timur. Maka, apapun yang dibangun di atasnya harus mengangkat martabat, bukan justru mereduksi nilai.

“Pasar Pagi ini dirancang punya standar SNI. Ini satu-satunya di Kaltim. Jadi kita dukung, asalkan semuanya sesuai aturan dan perhatikan aspek lingkungan serta fungsi sosialnya,” ujarnya.

Bagi DPRD Kaltim, proyek ini diharapkan tak hanya menjadi monumen kemajuan fisik, tapi juga model pembangunan kota yang berimbang. Estetika, ekonomi, lingkungan, dan fungsi sosial harus berjalan beriringan.

Jika semua berjalan sesuai rencana, hotel baru itu kelak akan berdiri di atas simpul peradaban kota serta menjadi saksi bisu dari transformasi Pasar Pagi menjadi kawasan perdagangan modern yang tetap membumi. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

68 + = 76