UpdateNusantara.id, Samarinda – Harapan dan doa yang mulai mengalun dari para calon jemaah haji di Kalimantan Timur, sorotan datang dari tempat yang tak kalah penting, gedung DPRD Kaltim.
Komisi IV DPRD Kaltim sebelumnya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Agama dan instansi terkait, membahas tiga aspek krusial yang akan menentukan kenyamanan dan kelancaran perjalanan spiritual ribuan warga, administrasi, kesehatan, dan fasilitas embarkasi.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, tampil dengan satu pesan yang jelas, kesiapan keberangkatan jemaah bukan hanya urusan pusat.
Pemerintah daerah punya tanggung jawab moral dan teknis dalam memastikan jemaah berangkat dengan tenang dan kembali dalam keadaan selamat.
“Tugas kita adalah memastikan para calon haji dari Kaltim diberangkatkan dalam kondisi siap lahir batin,” ujarnya penuh tekad.
“Jangan sampai ada kendala di tahap awal yang bisa mengganggu perjalanan ibadah mereka,” imbuhnya.
Tahun ini, Kaltim akan memberangkatkan 2.586 jemaah, tersebar dalam tujuh kloter penuh dan satu kloter gabungan. Mereka akan didampingi oleh 21 petugas haji daerah, pilihan dari proses seleksi yang ketat.
Dari sisi administrasi dan kesehatan, Darlis memastikan bahwa dokumen, vaksinasi, dan pemeriksaan medis telah berjalan dengan baik.
Namun satu titik krusial tak luput dari perhatiannya, Embarkasi Haji Balikpapan, gerbang terakhir jemaah sebelum menapaki tanah suci.
“Embarkasi bukan sekadar tempat transit. Di sana para jemaah harus merasa damai, nyaman, dan siap secara fisik serta mental,” tegas Darlis.
Ia menyebut kenyamanan tempat tidur, kebersihan ruang tunggu, serta ketenangan lingkungan sebagai faktor penting yang harus dipastikan.
Darlis juga mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim agar tidak menutup mata terhadap kondisi fasilitas yang ada. Jika masih ditemukan kekurangan, perbaikan harus segera dilakukan, karena ini bukan soal birokrasi, tapi pelayanan terhadap para tamu Allah.
“Kita ingin embarkasi Balikpapan menjadi tempat yang mendukung persiapan fisik dan psikologis jemaah, bukan justru menambah stres. Ini bagian dari pelayanan yang mulia,” pungkasnya.
Di tengah lautan manusia yang akan bertolak menuju Baitullah, perhatian pada hal-hal kecil, kenyamanan tempat tidur, ruang istirahat yang layak, bisa menjadi penyempurna ibadah besar. Dan bagi Darlis serta Komisi IV DPRD Kaltim, memastikan itu semua bukan sekadar tugas, tapi panggilan. (HM/Adv/DPRDKaltim)















