AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Jeti Skala Kecil Jadi Solusi Wilayah Non-TPI Kukar

×

Jeti Skala Kecil Jadi Solusi Wilayah Non-TPI Kukar

Sebarkan artikel ini
Kepala DKP Kukar, Muslik. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar memperluas pembangunan jeti di daerah yang belum memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) besar. Kepala DKP Kukar, Muslik, menyatakan bahwa pembangunan jeti skala kecil merupakan solusi efektif untuk menjawab kebutuhan nelayan di berbagai wilayah.

“Tidak semua wilayah butuh TPI besar. Untuk daerah yang skalanya kecil, kita cukup bangun jeti sebagai tempat pendaratan ikan,” ujar Muslik.

Beberapa jeti telah dibangun di lokasi strategis seperti Muara Jawa, Samboja, Anggana, dan Muara Badak. Fasilitas ini berfungsi untuk mendukung aktivitas nelayan mulai dari sandar perahu, bongkar muat hasil tangkapan, hingga pusat aktivitas harian.

Muslik menekankan bahwa membangun jeti lebih hemat biaya daripada membangun TPI besar yang belum tentu terpakai optimal.

“Kalau dibangun TPI tapi tidak dimanfaatkan, itu jadi mubazir. Maka kita pilih pendekatan yang lebih sesuai,” katanya.

Selain mendukung aktivitas ekonomi, keberadaan jeti juga mempercepat distribusi hasil tangkapan ke pasar, menjaga kualitas ikan, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Lebih lanjut, pembangunan jeti dianggap sebagai langkah awal dalam mempersiapkan kawasan tersebut untuk pengembangan infrastruktur perikanan lebih lanjut jika potensi tangkapan meningkat di masa mendatang.

DKP Kukar juga mendorong peran serta masyarakat dalam pengelolaan jeti dengan membentuk kelompok kerja lokal.

“Kita latih kelompok masyarakat untuk ikut urus dan rawat fasilitasnya,” ujar Muslik.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, jeti dapat dijaga keberlanjutannya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah berharap kehadiran jeti ini tidak hanya menunjang aktivitas ekonomi perikanan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kelautan.

Muslik memastikan bahwa program ini akan terus diperluas seiring peningkatan kebutuhan nelayan di berbagai kecamatan di Kukar. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 57 = 65