UpdateNusantara.id, Samarinda – Inflasi bukanlah hal baru dalam perekonomian suatu daerah, terutama Kota Samarinda. Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur, kondisi perekonomian Kota Samarinda harus dapat dikendalikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot).
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani merespon langkah Pemkot yang menghadirkan Mobil Inflasi sebagai upaya untuk pengendalian inflasi di Kota Samarinda.
Sani mengatakan bahwa inflasi di Kota Samarinda masuk kategori yang terkontrol, karena bila inflasi terlalu rendah maka berdampak pada perbankan, sedangkan bila terlalu tinggi akan menghilangkan daya beli masyarakat.
“Inflasi di Kota Samarinda terkontrol, tidak bisa terlalu tinggi dan terlalu rendah, kalau rendah perbankan akan kolaps kalo tinggi daya beli masyarakat akan hilang” jelas Sani.
Inflasi bukanlah hal baru dalam perekonomian suatu daerah, terutama Kota Samarinda. Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur, kondisi perekonomian Kota Samarinda harus dapat dikendalikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot).
Anggota dewan tersebut menerangkan bahwa Pemkot Samarinda telah mengambil langkah untuk mengkontrol inflasi di Kota Samarinda dengan menghadirkan Mobil Inflasi.
Sani menganalogikan Mobil Inflasi sebagai mobil pemadam kecil untuk memadamkan api kecil, karena tetap diperlukan sinergi dari instansi-instansj terkait untuk mengendalikan inflasi di Kota Samarinda secara menyeluruh.
“Mobil inflasi analoginya adalah pemadam kecil yang memadamkan api kecil. Tapi ini cuma bagian kecil, yang paling penting itu koordinasi daerah, stakeholder, bulog, departemen perdagangan dan sebagainya untuk menstabilkan harga berada pada taraf terkontrol atau inflasi terkontrol” tutupnya. (SV/Adv/DPRDKotaSamarinda)















