UpdateNusantara.id, Balikpapan – Langit Manggar tampak bersahabat pagi itu, saat deretan mobil rombongan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) perlahan memasuki kawasan UPTD Sentral Pembenihan Air Payau dan Air Laut (SPAPAL).
Suasana hening khas kawasan pesisir itu seketika berubah ketika para legislator turun langsung meninjau fasilitas milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim tersebut.
Hari itu, Kamis (17/4/2025), bukan sekadar kunjungan biasa. Dipimpin Ketua Komisi II Sabaruddin Panrecalle, rombongan yang juga diikuti Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel serta sejumlah anggota komisi turun tangan langsung menelusuri area pembenihan.
Tujuannya jelas, memastikan bahwa program kerja tahun 2024 tidak hanya sekadar wacana, melainkan benar-benar berjalan dan menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir.
“Ini bagian dari fungsi pengawasan kami. Kami ingin lihat sendiri, bukan hanya mendengar laporan di ruang rapat,” kata Sabaruddin, saat berbincang dengan pengelola UPTD.
Di sela-sela kunjungan, para wakil rakyat mendengarkan langsung berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan: keterbatasan sarana, kebutuhan SDM terampil, hingga hambatan teknis dalam proses pembenihan.
“Masukan dari bawah ini sangat penting. Jangan sampai kita menyusun program tanpa melihat realitas di lapangan,” tegasnya.
UPTD SPAPAL Manggar sejatinya memegang peran penting dalam mendukung ketahanan pangan laut di Kalimantan Timur. Dari tempat inilah benih-benih ikan dan udang disiapkan untuk menyokong kebutuhan budidaya, sekaligus mendukung ekonomi maritim daerah.
Kunjungan ditutup dengan dialog hangat antara anggota dewan dan pengelola UPTD, serta peninjauan ke kolam-kolam pembenihan yang menjadi jantung dari aktivitas unit tersebut.
Dengan langkah ini, Komisi II DPRD Kaltim ingin memastikan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif terus terjaga, agar program-program pembangunan benar-benar hadir dari, oleh, dan untuk rakyat, bahkan yang berada jauh di pesisir sekalipun. (HM/Adv/DPRDKaltim)















