AdvertorialDPRD KALTIM

La Ode Nasir Angkat Suara soal Kesejahteraan Guru TPA di Kaltim

×

La Ode Nasir Angkat Suara soal Kesejahteraan Guru TPA di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, La Ode Nasir. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Saat senja mulai menyelimuti kota, di sudut-sudut masjid dan musala di Kalimantan Timur, terdengar suara lembut yang membimbing anak-anak mengaji, menanamkan nilai-nilai agama dan karakter sejak dini.

Di balik suara itu, berdiri para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang dengan tekun dan tulus membentuk generasi masa depan. Namun, kisah mereka jauh dari sorotan. Pemerintah daerah dianggap abai pada kesejahteraan para guru yang sesungguhnya menjadi pilar pendidikan karakter anak bangsa.

La Ode Nasir, anggota Komisi I DPRD Kaltim, tak tinggal diam menyikapi kondisi ini. Baginya, guru TPA bukan sekadar pengajar, melainkan ujung tombak pembentukan karakter generasi muda.

“Mereka bekerja dalam diam, namun hasil pengajaran mereka menentukan masa depan anak-anak kita,” ungkap La Ode dengan nada serius.

Sayangnya, dedikasi tinggi itu tidak dibarengi dengan kesejahteraan yang memadai. Banyak guru TPA di Kaltim hanya mengandalkan sumbangan sukarela masyarakat, bahkan tak jarang tanpa honor sama sekali. Realita ini menjadi ironi dalam wajah pendidikan karakter yang idealnya menjadi prioritas.

“La Ode menegaskan, membangun generasi religius dan berakhlak mulia harus dimulai dari investasi pada para pendidik agama. Tanpa dukungan konkret, upaya ini hanya akan menjadi retorika kosong,” tambahnya.

Lebih jauh, ia mendesak pemerintah daerah agar segera mengalokasikan dana melalui APBD atau hibah pendidikan keagamaan untuk memberikan perlindungan dan penghargaan nyata bagi guru TPA.

“Apresiasi tidak cukup hanya dengan ucapan terima kasih. Mereka layak mendapat tunjangan dan perhatian setara guru mata pelajaran umum,” jelasnya.

Harapan besar disematkan pada langkah strategis yang terencana: mulai dari pendataan guru TPA hingga pemberian insentif rutin yang menjamin kepastian masa depan mereka. Sebab, tanpa fondasi yang kuat dari para pendidik ini, pembangunan karakter bangsa hanya akan berjalan pincang.

Di balik ketulusan mengajar yang tak banyak diketahui publik, guru TPA menanti keadilan yang selama ini luput dari perhatian. Sebuah panggilan bagi pemerintah Kaltim untuk mengubah kata jadi tindakan nyata, demi generasi yang lebih baik. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 6 =