AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Lampu Jalan Imam Bonjol Tak Maksimal, Lurah Melayu Minta Evaluasi Sistem Penerangan

×

Lampu Jalan Imam Bonjol Tak Maksimal, Lurah Melayu Minta Evaluasi Sistem Penerangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi LPJU. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) bertenaga surya di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), dikeluhkan warga karena tidak berfungsi maksimal. Beberapa lampu tidak menyala sebagaimana mestinya, sehingga membuat kondisi jalan gelap pada malam hari dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menyatakan bahwa keluhan warga ini telah menjadi perhatian pihak kelurahan dan sudah dilaporkan ke dinas terkait. Ia juga mengungkapkan bahwa permasalahan ini sempat dibahas dalam rapat terbatas, meskipun fokus utama pembahasan adalah parkir liar di kawasan tersebut.

“Sempat saya sampaikan soal lampu jalan ini, karena memang banyak keluhan dari masyarakat. Namun, dalam rapat kemarin, pembahasan utama masih seputar parkir liar yang masih menjadi persoalan di jalan yang sudah diperlebar,” ujar Aditiya, Kamis (28/2/2025).

Dari hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), diketahui bahwa lampu jalan di kawasan tersebut bukan berada di bawah wewenang Dishub, melainkan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Aditiya menduga pemasangan lampu ini dilakukan bersamaan dengan proyek pelebaran jalan.

“Menurut Dishub, lampu itu merupakan proyek dari PU, bukan Dishub. Mungkin karena pemasangannya satu paket dengan pelebaran jalan yang dilakukan kemarin,” jelasnya.

Lampu yang digunakan di Jalan Imam Bonjol ternyata menggunakan sistem detektor, yang hanya menyala ketika ada kendaraan atau pejalan kaki melintas. Namun, sistem ini dinilai kurang efektif karena menyebabkan keterlambatan pencahayaan.

“Kadang lampunya baru menyala setelah kendaraan melintas. Padahal, seharusnya begitu malam tiba, lampu menyala secara otomatis tanpa harus menunggu sensor mendeteksi pergerakan,” tegasnya.

Pihak kelurahan telah mengajukan laporan agar ada perbaikan atau penyesuaian terhadap sistem penerangan tersebut. Aditiya berharap agar dinas terkait bisa segera menindaklanjuti masalah ini demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Kami sudah berkoordinasi, dan Dishub menyatakan itu ranahnya PU. Jadi, kami menunggu langkah dari PU untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan,” katanya.

Menurutnya, lampu jalan yang tidak berfungsi optimal dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Oleh karena itu, ia meminta agar masalah ini segera ditangani sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar jalan lebih terang dan aman untuk semua pengguna jalan,” pungkasnya. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 3