AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Listrik 24 Jam Terwujud di Muara Pantuan, Anggana Terus Perluas Jaringan Energi

×

Listrik 24 Jam Terwujud di Muara Pantuan, Anggana Terus Perluas Jaringan Energi

Sebarkan artikel ini
Camat Anggana, Rendra Abadi. (Foto: ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Upaya pemerataan infrastruktur kelistrikan di Kecamatan Anggana membuahkan hasil nyata. Setelah melalui negosiasi intensif dengan PLN serta pengawalan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Desa Muara Pantuan resmi menikmati listrik non‑stop sepanjang hari per April 2025.

Camat Anggana, Rendra Abadi, mengungkapkan, peningkatan layanan tersebut merupakan jawaban atas aspirasi warga yang kerap terkendala aktivitas malam hari karena pasokan terbatas. “Kini anak‑anak bisa belajar lebih lama, nelayan punya es cukup untuk menjaga kesegaran ikan, dan UMKM bisa menambah jam produksi,” tuturnya.

Transformasi energi di Muara Pantuan diawali survei beban puncak dan penggantian trafo 160 kVA menjadi 250 kVA. Selain itu, jaringan tegangan rendah sepanjang tiga kilometer direhabilitasi agar tahan korosi air laut. Dana Rp2,8 miliar dialokasikan dari APBD Kukar 2024, sedangkan PLN menanggung biaya teknis penyambungan.

Masih di kecamatan yang sama, Desa Tani Baru dan Sepatin sedang bersiap menikmati layanan serupa. Untuk Tani Baru, studi kelayakan jaringan selesai pekan lalu. Pemerintah daerah menyiapkan genset 400 kVA sebagai solusi jembatan sebelum jaringan utama tersambung. Adapun Desa Sepatin memperoleh kucuran dana Rp5 miliar guna memperluas backbone kelistrikan dan membeli generator cadangan.

“Target kami sederhana: seluruh desa di Anggana merasakan listrik 24 jam sebelum akhir 2026,” tegas Rendra.

Ia menilai elektrifikasi menyeluruh akan mempercepat digitalisasi layanan publik. Puskesmas bisa mengoperasikan alat kesehatan sensitif listrik, sekolah dapat menggunakan perangkat pembelajaran daring, dan sistem administrasi desa lebih efisien.

Rendra juga meminta warga menjaga instalasi listrik dan mematuhi standar keselamatan. “Kalau sambungan liar marak, risiko kebakaran meningkat. Mari kita jaga fasilitas bersama,” katanya.

Pemerintah kecamatan akan membentuk tim monitoring berbasis RT untuk melaporkan gangguan jaringan secara cepat. PLN menyambut baik skema partisipatif ini karena mempercepat penanganan gangguan dan meminimalkan waktu padam. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

65 + = 72