AdvertorialDPRD KALTIM

Membangun Harapan di Antara Ketimpangan Pendidikan Balikpapan-Samarinda

×

Membangun Harapan di Antara Ketimpangan Pendidikan Balikpapan-Samarinda

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Ada satu benang merah yang masih kusut dan terus menghantui geliat pembangunan di Benua Etam yaitu pendidikan. Dua kota terbesarnya, Samarinda dan Balikpapan, memikul pekerjaan rumah yang sama, menciptakan akses dan mutu pendidikan yang merata bagi semua anak.

Senin(28/4/2025), H. Baba, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, berbicara dengan nada serius. Di ruang kerjanya, ia memaparkan perbedaan mencolok antara Samarinda dan Balikpapan dalam hal kesiapan infrastruktur pendidikan.

“Kalau Samarinda, sebenarnya sudah cukup baik. Sarana tersedia, daya tampung juga mencukupi untuk lulusan SMP tiap tahun,” ujarnya sambil menunjuk tumpukan data di mejanya.

Namun, bukan berarti tak ada masalah. Justru, persoalan muncul dari pola pikir masyarakat itu sendiri. Di kota tepian, siswa dan orang tua masih terpaku pada sekolah-sekolah unggulan. Alhasil, sekolah-sekolah lain sepi peminat dan mutu pendidikan pun timpang.

“Anak-anak hanya ingin mendaftar di sekolah favorit. Itu yang membuat kualitas tidak merata,” tambah Baba.

Berbeda halnya dengan Balikpapan. Kota minyak itu masih bertarung dengan kenyataan pahit: infrastruktur pendidikan yang belum mampu menampung seluruh lulusan SMP.

“Baru sekitar 51 persen siswa yang bisa tertampung,” kata Baba.

Tak ingin tinggal diam, diketahui Pemkot Balikpapan telah mengajukan pembangunan dua SMA dan dua SMK baru. Harapannya, tak ada lagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena ruang kelas tak tersedia.

Bagi Baba dan rekan-rekannya di DPRD Kaltim, pendidikan bukan sekadar urusan bangunan sekolah atau angka daya tampung. Ini soal masa depan.

“Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembangunan daerah. Kami akan terus mengawal dan mendorong agar persoalan ini cepat dituntaskan,” tegasnya.

Di balik angka dan kebijakan, ada ribuan mimpi yang menanti untuk diwujudkan. Harapan-harapan kecil dari siswa-siswa di Samarinda dan Balikpapan yang ingin belajar, tumbuh, dan kelak membangun daerah mereka sendiri. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − = 3