AdvertorialDispar KukarPemkab Kukar

Pembangunan Danau Goldiun Beach Berkelanjutan, Tambah Villa dan Jembatan

×

Pembangunan Danau Goldiun Beach Berkelanjutan, Tambah Villa dan Jembatan

Sebarkan artikel ini
Destinasi wisata Goldiun Beach Perjiwa. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Di tengah perbukitan hijau di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terdapat sebuah danau indah bernama Golduin Beach. Bekas tambang ini kini disulap menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pemilik Golduin Beach, Kim Pancheol, menuturkan bahwa tempat wisatanya ini baru dibuka sekitar 1 tahun yang lalu. Bekerja sama dengan desa setempat, Pancheol mengelola lahan parkir, sedangkan dirinya mengurus wisatanya.

“Tempat ini ramai dikunjungi pada jam 3 sore ke atas. Biaya masuknya Rp15.000 dan sewa perahu Rp50.000 per 2 jam untuk 5-6 orang,” ujar Pancheol, Selasa (4/6/2024).

Pengunjung juga dapat membawa kemah sendiri dengan biaya Rp25.000 per orang. Bagi yang ingin menyewa tenda, tersedia tenda besar dengan harga Rp350.000 (muat 6-8 orang) dan tenda kecil Rp100.000 per malam.

Pancheol menjelaskan bahwa pembangunan Golduin Beach masih dalam tahap awal, dengan progres mencapai 30%. Rencananya, akan dibangun villa, permainan air, dan jembatan sepanjang 300 meter untuk mengelilingi danau.

“Kendala utama kami adalah membangun jembatan di sisi danau yang dalam. Namun, fondasi di darat sudah selesai,” ungkapnya.

Pancheol berharap Golduin Beach dapat menjadi ikon wisata Kaltim, menarik wisatawan yang biasanya berwisata ke luar daerah seperti Bali.

“Tempat ini memiliki tebing yang indah dan pemandangan kota Tenggarong yang menakjubkan,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Sugiarto, mengatakan bahwa pihaknya mendukung pengembangan wisata Golduin Beach.

“Melalui pengembangan destinasi wisata ini, diharapkan akan tercipta efek positif bagi masyarakat sekitar, seperti peningkatan ekonomi dan lapangan kerja,” ujar Sugiarto.

Sugiarto menambahkan bahwa pengembangan wisata di desa-desa harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan, menerima tamu, dan meningkatkan sumber daya manusia.

“Jika semua desa bersinergi, pariwisata di Kukar akan maju dan objek wisata ini akan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Kukar,” pungkasnya. (AD/ADV/DisparKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

63 + = 65