AdvertorialPemkot Samarinda

Pemkot Samarinda Genjot Upaya Penurunan Stunting Lewat Strategi Menyeluruh dan Kolaborasi OPD

×

Pemkot Samarinda Genjot Upaya Penurunan Stunting Lewat Strategi Menyeluruh dan Kolaborasi OPD

Sebarkan artikel ini
Rakor Stunting dan Pengentasan Kemiskinan di Kota Samarinda. (Foto : Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat langkah konkret dalam menangani masalah stunting dan kemiskinan dengan mengedepankan pendekatan lintas sektor dan menyeluruh dari hulu ke hilir.

Fokus ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, usai memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Penanggulangan Kemiskinan, pada Senin (21/04/2025).

Menurut Saefuddin, strategi penanganan tidak bisa hanya dilakukan pada tahap akhir, namun harus dimulai sejak jauh sebelum kelahiran. Oleh karena itu, sinergi antarorganisasi perangkat daerah, fasilitas kesehatan tingkat dasar, serta lembaga pelayanan masyarakat seperti puskesmas dan posyandu menjadi kunci.

“Penanganan stunting itu harus dimulai dari proses awal, bukan ketika anak sudah lahir. Dari masa remaja, saat akan menikah, kehamilan, menyusui, hingga pertumbuhan anak, semuanya perlu intervensi yang tepat,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama menyeluruh agar data yang dikumpulkan akurat dan tindakan yang diambil benar-benar efektif. Saefuddin juga berharap kolaborasi ini dapat memberikan hasil nyata dalam waktu dekat.

“Kita ingin semua pihak bergerak bersama. Survei dan penanganan harus sinkron agar upaya penurunan stunting lebih terarah,” tegasnya.

Terkait target penurunan stunting di tahun berjalan, Pemkot saat ini sedang memfinalisasi indikator pencapaian yang realistis. Saefuddin menugaskan tim teknis agar segera menyusun rencana aksi dengan waktu pelaksanaan selama satu tahun.

“Tim teknis sedang kita dorong agar segera menyelesaikan rencana kerjanya. Kita tetapkan target yang masuk akal, tetapi tetap progresif,” katanya.

Beberapa instansi yang menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program ini antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), dengan dukungan lintas OPD lainnya.

Pemkot Samarinda berharap, melalui pendekatan menyeluruh dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga perencanaan keluarga, masalah stunting bisa ditekan secara signifikan dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di wilayah kota.

“Harus ada hasil yang konkret dalam setahun ke depan. Kita ingin melihat penurunan yang nyata, dan semua pihak harus terlibat aktif,” tukas Saefuddin. (Adv/RM)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + = 10