AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Petani Milenial Loa Raya Didampingi Menuju Pertanian Modern

×

Petani Milenial Loa Raya Didampingi Menuju Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini
Kades Loa Raya, Martin. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong — Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berupaya membina generasi muda agar terlibat aktif dalam sektor pertanian. Regenerasi petani menjadi bagian dari agenda strategis desa guna memastikan keberlangsungan pertanian di masa depan.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengatakan bahwa setidaknya terdapat 25 petani muda yang saat ini aktif dalam program pendampingan desa. Mereka diberi bantuan alat pertanian sederhana, bibit tanaman, serta pelatihan teknis agar dapat mengembangkan usaha tani secara mandiri.

“Tahun 2022, kami gunakan dana desa untuk pengadaan traktor kultivator, bibit sayur, jagung, dan buah. Harapan kami, anak-anak muda ini bisa tertarik dan bertahan di sektor pertanian,” ujar Martin.

Meski begitu, para petani milenial ini masih menghadapi berbagai kendala. Tantangan terbesar adalah sistem pertanian yang masih mengandalkan curah hujan. Minimnya saluran irigasi menyebabkan masa tanam menjadi tidak pasti dan hasil panen tidak stabil.

“Kami sudah ajukan pembangunan saluran irigasi ke Dinas PU. Harapan kami bisa dibangun tahun depan agar petani bisa tanam sepanjang tahun,” jelasnya.

Selain itu, alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan mesin perontok juga masih sangat dibutuhkan. Pemerintah desa telah mengusulkan bantuan ke Dinas Pertanian Kukar agar ketersediaan alsintan bisa memenuhi kebutuhan kelompok tani.

“Kami ingin para petani muda ini tidak merasa bekerja sendiri. Harus ada dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah,” tambah Martin.

Ia menambahkan bahwa pemdes juga akan memberikan pelatihan berbasis teknologi pertanian dan pemasaran digital agar petani muda mampu beradaptasi dengan era modern.

“Kita ingin mereka melek teknologi, tahu cara mengatur keuangan usaha tani, dan bisa langsung terhubung ke pasar,” kata Martin.

Dengan pendekatan ini, diharapkan sektor pertanian di Desa Loa Raya bisa menjadi lebih produktif, modern, dan menarik bagi generasi muda.

“Kami optimis pertanian bisa jadi kekuatan ekonomi utama desa kalau anak mudanya terlibat aktif,” tutupnya. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

67 − 62 =