AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Produksi Ikan Melimpah, Pokdakan Loa Raya Tertekan Harga Pakan

×

Produksi Ikan Melimpah, Pokdakan Loa Raya Tertekan Harga Pakan

Sebarkan artikel ini
Kades Loa Raya, Martin. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong— Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, tengah menghadapi tekanan biaya produksi akibat mahalnya harga pakan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha budidaya ikan keramba yang selama ini menjadi andalan ekonomi sebagian warga.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 15 Pokdakan yang masih aktif mengelola ikan nila dan mas di keramba-keramba sepanjang aliran sungai. Namun, sebagian besar dari mereka mengeluhkan beban biaya pakan yang terus meningkat, sehingga hasil panen tidak sebanding dengan pengeluaran.

“Harga pakan naik terus, sementara harga jual ikan sering tidak stabil. Kalau terus begini, petani ikan kesulitan bertahan,” ujar Martin.

Menurutnya, pasar lokal lebih menyukai ikan berukuran kecil, sehingga hasil panen yang berukuran besar kerap tidak laku. Akibatnya, sebagian hasil panen menjadi tidak ekonomis dan sulit dijual di pasar tradisional.

“Kalau sekilo dua ekor, pasar lokal biasanya tidak ambil. Padahal itu yang paling sering dihasilkan dari keramba,” jelasnya.

Menanggapi persoalan itu, pemerintah desa meluncurkan program pelatihan bagi ibu-ibu PKK untuk mengolah ikan menjadi abon. Program ini bertujuan memanfaatkan ikan berukuran besar agar tetap bernilai ekonomis, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Kami sudah bantu alat pengering, pelatihan, dan pendampingan teknis. Sekarang ibu-ibu sudah mulai produksi kecil-kecilan,” tambah Martin.

Martin juga menyebut bahwa pemdes akan mendorong kerja sama dengan koperasi dan pelaku usaha untuk memasarkan produk olahan ikan secara lebih luas. Diharapkan, produk-produk seperti abon ikan bisa menjadi alternatif pendapatan warga dan mengurangi ketergantungan pada penjualan ikan segar.

“Ke depan, kami ingin membangun sistem ekonomi perikanan yang lebih mandiri dan tahan banting. Tidak hanya bergantung pada tengkulak atau pasar tradisional,” tegas Martin.

Dengan langkah ini, pemerintah desa berharap Loa Raya mampu mengembangkan sektor perikanannya secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat lebih luas lagi.

“Kami akan terus dorong inovasi agar ekonomi desa makin kuat,” tutupnya. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

48 + = 55