AdvertorialDPRD KALTIM

Sapto Dorong Pengelolaan Sampah yang Efektif dan Mandiri di Samarinda

×

Sapto Dorong Pengelolaan Sampah yang Efektif dan Mandiri di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Melihat tantangan perkotaan yang semakin kompleks, pengelolaan sampah menjadi salah satu masalah besar yang harus dihadapi oleh setiap kota, termasuk Samarinda.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerag (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terstandar dan mandiri, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.

Ia menekankan bahwa jika sampah tidak dikelola dengan baik, dampak negatif terhadap lingkungan sekitar bisa sangat merugikan.

“Sampah harus bisa dikelola dengan efektif. Kalau tidak, akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar,” ujar Sapto saat memberikan penekanan pada urgensi masalah ini.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Sapto mengingatkan agar pengelolaan dimulai dari tingkat paling dasar, yakni tingkat RT dan kelurahan.

Salah satu langkah yang dianggap penting adalah memastikan bahwa lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak dibangun terlalu dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah atau kantor organisasi warga, guna menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

“Tentunya, kita ingin lingkungan yang bersih dan sehat. Maka, pemilihan lokasi TPS harus diperhatikan agar tidak menimbulkan gangguan,” jelasnya lebih lanjut.

Namun, Sapto menyadari bahwa pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya bergantung pada regulasi, melainkan juga pada pemahaman dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah sejak dari rumah, agar sampah bisa dipisahkan berdasarkan jenisnya; sampah basah, kering, plastik, dan lainnya, sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efisien.

“Kalau hanya mengandalkan regulasi tanpa edukasi, masyarakat akan kesulitan untuk memahaminya. Instruksinya harus jelas dan mudah dipahami, agar mereka bisa melaksanakan dengan benar,” tegasnya.

Lebih dari itu, Sapto berharap masyarakat dapat mengubah paradigma mereka mengenai sampah. Ia ingin agar masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai limbah yang dibuang, melainkan sebagai potensi ekonomi yang bisa dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Hal ini seiring dengan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Terakhir, Sapto memberikan harapan kepada Wali Kota Samarinda terpilih untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari studi banding pengelolaan sampah ke luar negeri.

Ia berharap hasil studi banding tersebut bisa dijadikan acuan untuk membawa pengelolaan sampah di Samarinda ke level yang lebih modern dan efisien.

“Semoga hasil studi banding tersebut dapat diterapkan di Samarinda agar kita bisa meniru pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. Ini akan memberi dampak positif bagi kota dan warganya,” pungkasnya dengan penuh harapan. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1